Jatah Malam Nyonya Besar
Membayangkan seorang nyonya besar kosmopolitan seperti Sintya, yang biasa berjalan di atas lantai marmer mal mewah Jakarta, harus menginjakkan kaki di tanah berlumpur kampung halamannya terasa sangat surealis.
"Kamu serius mau ke sana?" Heri bertanya balik, nadanya agak menyangsikan.
"Sintya, kamu nanti bisa shock kalau melihat kampungku. Tempatnya sangat jauh, pelosok, dan akses jalan ke sana masih susah. Nggak ada mal atau hotel mewah kayak begini di sana."
Sintya memutar bola matanya, mendengus pelan mendengar keraguan Heri seolah-olah dirinya adalah wanita manja yang tidak bisa hidup susah. Ia mencubit pelan pinggang berotot Heri sebagai balasan.
Hot Chapters