Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malaikat Elang

Malaikat Elang

Imajinasi yang tengah aku rangkai, buyar seketika. “Oh.. eh, gue baik-baik saja.” Mendadak aku menjadi gagap. Cepat-cepat aku berlalu menjauh dari pemilik mata elang itu, tanpa sempat meminta maaf. Kok perasaanku jadi aneh gini ya? Kayak habis ketemu sama malaikat maut aja. Jangan-jangan dia benaran malaikat maut lagi? Jangan-jangan sebentar lagi aku akan mati? Aku membiarkan dugaan-dugaan menari bebas dalam benakku.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Pelakormu vs Aku

Pelakormu vs Aku

"Mata itu, mereka... mereka bisa mengerti segalanya tanpa harus mengatakan sepatah kata pun. Seperti sebuah elang yang mengamati dari ketinggian, mempelajari segala sesuatu dengan penuh perhatian, tanpa ada yang bisa sembunyi darinya." Pelukis itu mulai menggambar, mengikuti kata-kata Antonio yang begitu rinci. Antonio meneguk anggur sekali lagi, tak terpengaruh oleh waktu yang berjalan. Ia hanya terbenam dalam ingatannya tentang Kartini—tentang mata indah wanita itu yang seperti elang, namun juga menyimpan kekuatan tersembunyi yang siap untuk dilepaskan. Mata yang seolah ingin memangsa siapapun di hadapannya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Pangeran Bodoh

Balas Dendam Pangeran Bodoh

Sebelum para mata-mata Mandala sempat menarik tali busur mereka, bayangan-bayangan besar meluncur turun dari awan dengan kecepatan kilat. Elang Gunung Weng, predator langit yang ukurannya dua kali lipat elang biasa, menerjang dengan kuku-kuku tajamnya. Tanpa suara, elang-elang itu menyambar kepala dan leher para mata-mata tersebut. Serangan itu begitu cepat dan akurat hingga para penyergap itu tumbang satu per satu tanpa sempat mengeluarkan suara teriakan sedikit pun.
835 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Tabir Misteri CEO

Tabir Misteri CEO

“Elang dan ular?” Pergerakan Matthew terhenti seiring dengan suara hand bor yang juga terhenti setelah pria itu menekan tombol Off. Keningnya mengernyit tatkala ia menatap tatto pada lengan kanan tawanan. Mendengar gumaman Matthew, sontak El Jova memekik kaget. “Apa!?” “Ada tatto Elang dan ular. Apa kau tahu simbol apa itu?” tanya Matthew kepada El Jova tanpa mengalihkan tatapannya dari lengan pria di hadapannya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Mata Cempaka Ungu melirik tajam kepada ibunya dan sang Ibu berkata, "Dia memang bukan lawan tandingmu, Cempaka!" "Biarkan saya menghajar mulutnya, Ibu!" "Jangan! Aku tahu, Badai Kelabu punya ilmu lebih tinggi darimu! Bukan kau yang harus melawannya, tapi aku sendiri!" "Atau, biarkan aku yang maju, Nyai!" kata si Mata Elang. Dan tiba-tiba dari sepasang mata lelaki muda yang berompi merah berhias manik-manik emas itu keluar cahaya seperti lidi panjang berwarna kuning.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 881 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Terperangkap dalam Dunia Elang

Terperangkap dalam Dunia Elang

Berusaha menyembunyikannya dari Elang. Elang berdiri di ambang pintu dengan tubuh setengah telanjang, hanya mengenakan celana panjang hitam. Memperlihatkan dada bidang dengan tato mawar artistik menghiasi sisi lehernya. Gurat tinta itu menjalar ke lengannya yang berotot, seperti lukisan hidup yang sarat akan makna. Dan di punggungnya yang tegap, seekor elang terukir megah—simbol kekuatan, sekaligus penanda siapa dirinya. Tatapannya tajam, namun senyumnya menuntut. Ia seperti binatang buas yang baru saja kenyang, tapi belum ingin melepas buruannya.
704 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Tak seorang pun keluar. Saat itulah Rangga baru menyadari, mungkin Vanya benar-benar marah. Sarah yang melihat kegelisahan Rangga berucap lembut, “Wanita paling mengerti wanita. Rangga, masalah sebesar apa pun, kalau suami sendiri yang membujuk, pasti akan reda. Cepatlah pulang, jangan sampai melewatkan jam keberuntungan.”
28.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 924 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Dia menunjuk wajah Rani sambil memaki-maki, "Apa kamu tahu apa yang barusan kamu lakukan? Aku hancur gara-gara kamu! Apa kamu puas sekarang?" Rani kaget melihat Galang marah-marah. Dia terdiam di tempat, kedua matanya berderai air mata seolah menjadi yang paling tersakiti. Dengan suara terisak, dia berkata dengan gemetar, "Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu ... coba kamu pikirkan, untuk siapa aku melakukan semua ini ...." "Untuk siapa? Untuk dirimu sendiri, 'kan?" Galang berteriak marah, "Setiap hari bisanya cuma melakukan siaran langsung dan pamer kekayaan!"
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

“Mereka manusia?” Nila mengangguk. “Tapi mereka bukan seperti manusia biasa. Mata mereka… kosong. Seperti... terbakar dari dalam.” Tirta menyela. “Dan lambang api biru itu?” “Mereka menyebutnya Cahaya Terakhir. Mereka berkata bahwa langit telah gagal menjaga dunia. Bahwa mereka akan memurnikan dunia dengan cahaya yang lebih benar.” Rakasura menunduk, merenung dalam.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai mata elang manusia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status