DiaLangit
Namun, ternyata semua orang yang duduk melingkar di lantai yang beralaskan karpet berbulu warna biru dengan sebuah meja di tengah-tengah sedang menatap kearahnya, tetapi, yang menjadi fokusnya adalah pemilik iris mata warna hazel yang duduk di depannya dan buku yang ada di hadapan gadis tersebut.
Tanpa berucap, Langit segera menukar buku yang harusnya dia ringkas dengan buku yang akan di ringkas gadis di hadapannya.
"Loh?"
Langit berusaha mati-matian menahan bibinya yang berkedut, karena menahan senyum ketika melihat reaksi kaget gadis di hadapannya yang tak lain adalah Eriska yang sangat menggemaskan, dan yang paling penting, tak pernah diperlihatkan pada siapapun.
Bab Populer