Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Atau ia hanya berhalusinasi. “Ya, kamu. Siapa lagi?” Bu Darma memperjelas. Silvi diam. Gadis itu menunduk tak berani menatap wajah sang guru. Dalam hati ia berdoa semoga tak disuruh maju ke depan dan menyelesaikan soal-soal, pasalnya ia tak menyukai Matematika. Bahkan ketika sang guru mencontohkan metode pembagian dengan cara membagi apel untuk Budi, gadis itu bingung, karena jangankan untuk membagi apel, untuk makan sendiri saja, gadis itu hampir tak pernah.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as matematika bully
Read
+Library
Bittersweet

Bittersweet

Beliau mengajar matematika, ilmu yang sangat menyenangkan bukan? Bagi Gara, matematika itu seperti puzzle. Sangat sulit untuk dimengerti jika kita kehilangan 1 piece penyusunnya. Sebaliknya, bagi Nandara matematika bagaikan santet. Harus dihindari sejauh mungkin. Ia mungkin bisa mentolerir pelajaran lainnya, tapi tidak untuk matematika. "menyenangkan apanya, ini mah simulasi masuk oven. Otak serasa dipanggang" pikir Nandara.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as matematika bully
Read
+Library
Rahasia Sang Juara Bulu Tangkis

Rahasia Sang Juara Bulu Tangkis

“Betul!!! Lain kali lebih cepet lagi ya, nanti keburu dikasih kartu kuning kita sama wasit terus nanti lawan dapet point cuma- cuma karena kita kelamaan mikir.” Perempuan setengah Korea Selatan itu dibuat pusing oleh teman barunya. Dia berkeinginan bulu tangkis ada matematikanya. Bukankah orang–orang suka pelajaran olahraga demi menghindari matematika. “Aku yakin, matematika bisa menghitung peluang kemenangan kita.” “Okey Dwi, cukup, sekarang aku mau ngerjain PR IPS dulu ya, lagi pula minggu depan kita sekolah.”
3.4K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as matematika bully
Read
+Library
Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda

"Cape juga dapat nilai di bawah lima. Sekali-kali dapat 8 atau 10." "Matematika pelajaran yang susah Bos. Sampe guling gulingan gak ketemu." "Kamu nyariinya di mini market bukan di sekolah." Rehan tergelak. Jawaban Lala memang benar. Setiap pusing ia pasti ke mini market godain kasir yang cakepnya melebihi para artis. Hampir tiap hari datang cuma bilang say halo. Padahal, Rehan cuma mampu beli aqua botol.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 653 Times as matematika bully
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

Dan juga, mata pelajaran Matematika lah yang sangat mereka takuti, karena banyaknya rumus asing yang harus mereka hafalkan untuk saat itu, guru killer juga membuat otak mereka tak sanggup untuk menerima pelajaran darinya. "We live for Mathematic." ** Mata coklat itu sedang menatap sekitar halaman sekolahnya. Tepat di sebelah kanan, ia mendapati seseorang dengan motor ninja, memakai jaket jeans yang tersenyum tipis kepadanya. 'Lo beneran pacar gue atau cuma boongan sih? Gue nggak percaya bisa dapetin lo secepat ini.' batin Dinda sambil menatap jauh Verdi yang masih bersandar di motornya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as matematika bully
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

kata Sandra sambil mengunyah snack ch*ki favoritnya. “Iya nih. Gue udah nunggu-nunggu padahal,” timpal Matari sambil mematikan cd player dan beralih ke tv, menonton MTV, yang masih bisa dinikmati di salah satu stasiun swasta dalam negeri. “Maklumlah, gue nggak bisa Matematika. Payah gue. Nanti kalau udah masuk sekolah lo, ajarin ya. Capek gue belajar sama temen-temen gue. Sama begonya!”
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 426 Times as matematika bully
Read
+Library
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

" Senja tertawa. Orang sebengis dan sekasar Axel bisa juga menggombal dengan rumus-rumus matematika. Walaupun berwajah seram, tapi gantengnya kebangetan. Mirip dengan Chris Harmsworth kalau di naturalisasi di Indonesia. Sejurus kemudian, mereka telah berada di dalam mobil dan membelah kelamnya malam. "Kamu kenapa sih suka sekali dengan disiplin ilmu matematika, Nja?" tanya Axel sambil memindahkan persnelling dari D ke N saat lampu kuning berganti ke merah. "Karena matematika itu adalah ilmu termurah, Bang. Beda dengan kimia dan fisika yang memerlukan alat-alat bantu mahal. Matematika itu cuma membutuhkan pensil dan kertas. Simple."
1057.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as matematika bully
Read
+Library
Istri Seksi Tetangga Sebelah

Istri Seksi Tetangga Sebelah

"Halo, assalamu'alaikum." "Wa'alaykumussalam, Sya, kamu apa kabar?" "Eh, Bang Didin, saya sehat, Bang. Ini mau berangkat ngajar privat. Yah, lumayan buat tambahan buang beli nasi." "Alhamdulillah, muridnya anak kecil apa ibu-ibu?" "Ha ha ha... anak SMP, Bang, masa ibu-ibu." "Ya, kali ibu tetangga minta diajarin rumus matematika sama berondong."
9.9129.2K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as matematika bully
Show Reviews (32)
Read
+Library
Yunia Rina
Novel yg aku cari2 selama ini. Ceritanya bagus, konfliknya ga berat2 bgt. Alur jelas dan ga bertele-tele. Sisipan humornya bikin yg baca ga bosan walau dibaca berulang kali. Asal jgn sampe ribuan bab kyk sebelah ya thor...
Landong Herjunno
Wih, cerita yg susah untuk diceritain ..., ini cerita terbaik yg pernah saya baca. Pernah terjadi dlm hidup saya dan di Bandung jg, cm bedanya wanita itu hamilnya bukan dari awal saya ketemu dia, melainkan saat dia akhirnya pindah dr kosnya dan sampai detik ini saya ga pernah bisa temuin lagi dimana.
Read All Reviews
Mati Kembar

Mati Kembar

“Apa, Sayang? Mama dari tadi nyariin kalian lho, tapi nggak ketemu-ketemu. Bukannya kita jadi main petak umpetnya?” “Bener kata Andin, Sayang. Tadi kami cari ku ke mana-mana tapi nggak ada,” ucap Beni tiba-tiba datang bersama Andita. “Beneran, Sayang. Tadi aku ikut main lho sama kalian.” Aku mencoba meyakinkan mereka bahwa aku yakin dengan pembicaraan barusan. “Jadi, tadi Mama main petak umpet sama siapa?” “Siapa lagi yang main petak umpet selain kami, Sayang?”tanya Beni terlihat panik dan penasaran.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 235 Times as matematika bully
Read
+Library
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

kataku meyakinkan Bara. “Bilang ya, kalau udah nggak kuat?” Bara menepuk pundakku. Cowok ganteng tapi lebih jago matematika ketimbang basket itu kemudian berlalu kembali ke bangkunya setelah aku mengacungkan jempol.
1065.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as matematika bully
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status