Bagaimana Denganku
"Nanti aku sering-sering main ke rumah Kakak, ya! Mau lihat perkembangan keponakanku terus!"
"Tentu saja, pintu selalu terbuka untukmu," jawab Firli.
Setelah berpamitan dengan semua orang, Varel dan Firli akhirnya melangkah menuju mobil. Namun, Varel tidak mengarahkan mobilnya ke jalan pulang.
"Loh, Mas? Ini bukan arah ke rumah kita," kata Firli bingung.
Varel tersenyum. "Memang bukan. Sebelum kita benar-benar 'pulang', ada satu tempat penting yang harus kita datangi."
Hot Chapters