Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

“Mbok!!!” Mbok Inem melihat Agni, lalu pada Samudera. “Tugas mbok sudah selesai. Sekarang sudah ada yang bisa menjaga mbak Agni dan Aska,” ucapnya dengan diiringi batuk darah. “Mbak Agni harus selalu bahagia ya... Tuhan sudah berbaik hati memberikan kesempatan kedua dengan menghadirkan tuan Samudera, jangan sia-siakan kesempatan ini, mbak,” lanjutnya dengan tersenyum. “Saya pamit,” tutup mbok Inem dengan senyuman, sembari menutup matanya.
10126.3K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as mbok nginep
Show Reviews (58)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Zamramzi Rompees
Ceritanya bagus n seru, pemeran utama wanitanya meski disakiti tapi ga menye² krn ada support sistem yg bagus dari orang² terdekatnya untuk bangkit lagi. Yg paling sy suka, ceritanya ga terlalu bertele-tele.
Read All Reviews
Tukar Pasangan (Jodoh)?

Tukar Pasangan (Jodoh)?

Setelah hari ulang tahunku, aku diberi tahu kalau Si Mbok resign dan akhirnya pulang kampung ke Bogor. Dulu aku kira si Mbok orang Jawa tapi ternyata dia orang Sunda. Namun, karena almarhum Ayah orang Jawa jadi dia memanggil Bu Ningsih dengan si Mbok. "Mbok, gimana sehat?" tanyaku seraya menyalaminya. "Sehat, Neng. Neng gimana? Sehat, kan? Neng, gak apa-apa, kan?" Si Mbok meraih tanganku lembut, mata tuanya terlihat sudah basah seperti ikut menangisi pengorbananku.
9.8396.7K viewsCompletedAdded to Library 13.1K Times as mbok nginep
Read
+Library
Tears

Tears

"Bener nih nggak apa-apa kalo Mbok tinggal? Mbok memang belum menyiapkan kue-kue buat besok pagi dan kantin di kampus Eneng. Ya udah Mbok jalan dulu ya? Kalau ada apa-apa, telepon si Mbok ya, Neng?" "Iya, Mbo. Mbok juga hati-hati di jalan ya? Nanti turun angkotnya pelan-pelan. Jangan main balap aja. Ingat si Mbok itu udah tua." Ibell bercanda demi mencairkan suasana. Ia tidak ingin si Mboknya terlalu mengkhawatirkan keadaannya. "Iya, si Mbok tahu kalo Mbok ini udah tua. Kalau si Mbok masih muda, pasti si Mbok udah jadi artis sekarang. Saingan sama Raisa dan Dian Sastro."
1078.5K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as mbok nginep
Read
+Library
Kebohongan Busuk Suamiku

Kebohongan Busuk Suamiku

“Siapa orang yang mengancam Mbok? Katakan! Aku sama sekali tidak akan memaafkan orang yang sudah berani mencelakakan mama dan papa. Mbok Lastri kembali membisu. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan tubuh yang semakin bergetar hebat. Mulut wanita paruh baya tersebut seolah terkunci rapat. “Mbok, Gendis mohon jawab,” desak Gendis mulai tidak sabar. Namun, wanita itu paham dengan hanya melihat raut wajah Mbok Lastri yang mendadak pucat menandakan kalau telah terjadi sesuatu yang tidak baik. “M-mbok ... si mbok ... ta-takut, Non. Mbok sudah kehilangan suami si Mbok, dan anak si mbok satu-satunya hampir celaka juga.”
6.5K viewsOngoingAdded to Library 235 Times as mbok nginep
Read
+Library
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

“Dari Om Keren, Mama. Om Keren membelikan banyak maianan. Ada robot, mobil yang Bima bisa kendarai, lalu pesawat terbang, dan masih banyak lain! Om Keren sangat baik sama Bima, Mama!” Bintang terdiam sebentar, mendengar apa yang dikatakan oleh Bima. Wanita cantik itu langsung mengalihkan pandangannya, pada Mbok Inem yang kebetulan berdiri tidak jauh darinya. “Mbok, itu mainan dari siapa?” tanyanya sambil menyerahkan satu porsi kebab untuk Mbok Inem. Dia membeli tiga porsi kebab—yang mana tentu Mbok Inem kebagian. “Bu, ini dari boss ibu. Tadi saat saya di taman bersama Den Bima, kebetulan kami bertemu dengan boss ibu,” jawab Mbok Inem sopan sambil menerima kebab pemberian dari majikannya.
9.422.1K viewsCompletedAdded to Library 861 Times as mbok nginep
Read
+Library
Titip Benih

Titip Benih

Mbok Inah terlihat mengernyitkan dahi mendengar pertanyaanku "Baik, tumben non tanya tentang nak Ahmad?" Aku jadi sedikit salah tingkah mendengar pertanyaan mbok dengan tatapan menyelidik "Gak apa-apa mbok... Menurut mbok kalau aku belikan dia motor bagaimana? karena ku lihat motornya sudah sering mogok jadinya dia sering terlambat datang." "Ya... Menurut mbok sich boleh saja Non belikan dia motor tapi dengan catatan itu sebagai fasilitas kerja dengan non. Jadi jika dia berhenti bekerja motor itu harus dikembalikan."
1030.4K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as mbok nginep
Read
+Library
Keturunan 100 kg

Keturunan 100 kg

ucap Mbok lagi tapi aku nggak begitu yakin. "Yakin Mbok ini dikasih? Mbok tahu ini harganya berapa?" "Ya nggak lah. Mbok mana tahu itu harga ponsel, kalau harga cabe sama beras Mbok tahu." Aku dan Simbok tertawa. Ternyata aku dan Simbok sama-sama kocak dan lugu, eh … "Ini tuh harganya 17 juta, Mbok."
105.0K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as mbok nginep
Read
+Library
TERIKAT PERJODOHAN

TERIKAT PERJODOHAN

Annyeong 👋 Ada yang nungguin Babang Niel sama Mbak Zeu update nggak ya?
106.4K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as mbok nginep
Read
+Library
TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

Bab 18 Prep ... pep ... pep ... pep .... Prep ... pep ... pep ... pep .... Begitulah kira-kira bunyi klakson dari mobil-mobil yang ada di Sarandjana. Sedikit berbeda dengan mobil di Indonesia yang bunyinya pip pip pip. Prep ... pep ... pep ... pep .... Sebuah mobil baru saja berhenti di halaman kediaman kesultanan. LEMBAGA PELURUSAN PAKU-PAKU BENGKOK, demikianlah apa yang tertulis di mobil tersebut.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as mbok nginep
Read
+Library
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Sepuluh menit saja supaya aku sampai kembali di tempat itu, di sana si Mbok tengah duduk di trotoar seraya mengusap peluh yang membanjiri keningnya. "Mbok," panggilku membuat si Mbok mengangkat wajah yang tertunduk. "Pak ... Bima?" Kusunggingkan selarik senyum. "Iya, ini saya Mbok?" "Bapak ... si Mbok rindu sama Bapak sama Ibu." Si Mbok memelukku seraya menitikkan air mata. "Si Mbok apa kabar?" tanyaku lagi setelah wanita itu melerai pelukan.
9.167.9K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as mbok nginep
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status