Sentuhan Berondong Sewaanku
“Aduh Rey, kalo datang bisa kasih pertanda dulu ga si, kalo tiba-tiba muncul kaya gitu kan, Mbok kaget, gimana kalo Mbok sampai jantungan pula.
Mendengar itu, Rey mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menarik sudut bibirnya membentuk senyuman manis. “Maafin Ray ya Mbok, kalo tiba-tiba ngagetin.”
Mbok Sum menghela napas, lalu menatap Rey dengan tatapan yang lembut. “Iya mbok maafin, tapi kali ini aja ya, jadi awas aja kalo kamu tiba-tiba kaya gitu lagi,” ancamnya dengan suara yang berusaha dibuat semengancam mungkin.
Dengan masih mempertahankan senyum manisnya, Rey berucap .”iya Mbok siap.” Tampak tangannya ia peregakan seperti sedang hormat.