Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Taruhan Sang Dosen

Istri Taruhan Sang Dosen

ucap Mbok "Emang iya mbok? Ke mana ya tempatnya kok mas Fras nggak ada hubungin aku sama sekali," ujar Alia mulai curiga dengan gerak-gerik mbok. "Udah ayok ... Nanti aja kita ngobrolnya setelah ketemu sama suami kamu," ujar Mbok lalu menarik Alia. "Alia ...!" panggil Rendy sambil berlari ke arah mereka membuat Alia dan kembali berhenti, Alia langsung tersenyum.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat

Sarah langsung mengulum bibirnya kuat-kuat, menahan tawa memandang wajah Bu Indar yang kini mendadak gagap dan salah tingkah. "M-Mokondo itu... sebutan untuk orang yang tidak bekerja, tapi sukanya makan enak terus." jawab Bu Indar asal, mencoba menyelamatkan situasi turut tersenyum pada Tachi. Tachi mengetuk-ngetuk dagunya, berpikir, sementara kakinya bergoyang-goyang dimana dirinya masih duduk di atas meja, "Apakah Kakek juga mokondo? Kan Kakek hampir setiap hari di rumah, terus suka makan masakan Nenek yang enak-enak?"
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Sentuhan Berondong Sewaanku

Sentuhan Berondong Sewaanku

“Aduh Rey, kalo datang bisa kasih pertanda dulu ga si, kalo tiba-tiba muncul kaya gitu kan, Mbok kaget, gimana kalo Mbok sampai jantungan pula. Mendengar itu, Rey mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menarik sudut bibirnya membentuk senyuman manis. “Maafin Ray ya Mbok, kalo tiba-tiba ngagetin.” Mbok Sum menghela napas, lalu menatap Rey dengan tatapan yang lembut. “Iya mbok maafin, tapi kali ini aja ya, jadi awas aja kalo kamu tiba-tiba kaya gitu lagi,” ancamnya dengan suara yang berusaha dibuat semengancam mungkin. Dengan masih mempertahankan senyum manisnya, Rey berucap .”iya Mbok siap.” Tampak tangannya ia peregakan seperti sedang hormat.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

seru Elena sambil melompat kecil di halaman rumah orang tua Nadia. Daniel tertawa kecil. “Tapi ingat, jangan terlalu dekat.” Elena mengangguk cepat, meskipun wajahnya menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar berniat menahan diri. Perjalanan menuju Monkey Forest dipenuhi obrolan ringan. Jalanan Ubud yang dipenuhi pohon kamboja dan pura kecil di sudut-sudut jalan membuat Elena terus menoleh ke luar jendela mobil.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Mas, Baksomu Ngangenin

Mas, Baksomu Ngangenin

Duh … mobilku mogok di dekat kebun ga jauh dari ruko kamu, aku takut,] ucap Airin dengan nada khawatir. [Aku mana ngerti urusan mobil, Airin. Bengkel juga udah tutup jam segini,] sahut Andre. [Ya udah, kamu tolong anter aku pulang aja. Mobilnya ditinggal, besok baru panggil montir,] kata Airin. [Ya udah kamu tunggu di situ.] Andre mengakhiri panggilan. Airin tersenyum licik, ternyata berbohong dengan mengatakan mobilnya mogok di jalan sepi dekat area perkebunan membuahkan hasil.
201 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Tears

Tears

"Bener nih nggak apa-apa kalo Mbok tinggal? Mbok memang belum menyiapkan kue-kue buat besok pagi dan kantin di kampus Eneng. Ya udah Mbok jalan dulu ya? Kalau ada apa-apa, telepon si Mbok ya, Neng?" "Iya, Mbo. Mbok juga hati-hati di jalan ya? Nanti turun angkotnya pelan-pelan. Jangan main balap aja. Ingat si Mbok itu udah tua." Ibell bercanda demi mencairkan suasana. Ia tidak ingin si Mboknya terlalu mengkhawatirkan keadaannya. "Iya, si Mbok tahu kalo Mbok ini udah tua. Kalau si Mbok masih muda, pasti si Mbok udah jadi artis sekarang. Saingan sama Raisa dan Dian Sastro."
1078.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Kebohongan Busuk Suamiku

Kebohongan Busuk Suamiku

“Siapa orang yang mengancam Mbok? Katakan! Aku sama sekali tidak akan memaafkan orang yang sudah berani mencelakakan mama dan papa. Mbok Lastri kembali membisu. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan tubuh yang semakin bergetar hebat. Mulut wanita paruh baya tersebut seolah terkunci rapat. “Mbok, Gendis mohon jawab,” desak Gendis mulai tidak sabar. Namun, wanita itu paham dengan hanya melihat raut wajah Mbok Lastri yang mendadak pucat menandakan kalau telah terjadi sesuatu yang tidak baik. “M-mbok ... si mbok ... ta-takut, Non. Mbok sudah kehilangan suami si Mbok, dan anak si mbok satu-satunya hampir celaka juga.”
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

“Dari Om Keren, Mama. Om Keren membelikan banyak maianan. Ada robot, mobil yang Bima bisa kendarai, lalu pesawat terbang, dan masih banyak lain! Om Keren sangat baik sama Bima, Mama!” Bintang terdiam sebentar, mendengar apa yang dikatakan oleh Bima. Wanita cantik itu langsung mengalihkan pandangannya, pada Mbok Inem yang kebetulan berdiri tidak jauh darinya. “Mbok, itu mainan dari siapa?” tanyanya sambil menyerahkan satu porsi kebab untuk Mbok Inem. Dia membeli tiga porsi kebab—yang mana tentu Mbok Inem kebagian. “Bu, ini dari boss ibu. Tadi saat saya di taman bersama Den Bima, kebetulan kami bertemu dengan boss ibu,” jawab Mbok Inem sopan sambil menerima kebab pemberian dari majikannya.
9.419.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 776 kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Tukar Pasangan (Jodoh)?

Tukar Pasangan (Jodoh)?

Setelah hari ulang tahunku, aku diberi tahu kalau Si Mbok resign dan akhirnya pulang kampung ke Bogor. Dulu aku kira si Mbok orang Jawa tapi ternyata dia orang Sunda. Namun, karena almarhum Ayah orang Jawa jadi dia memanggil Bu Ningsih dengan si Mbok. "Mbok, gimana sehat?" tanyaku seraya menyalaminya. "Sehat, Neng. Neng gimana? Sehat, kan? Neng, gak apa-apa, kan?" Si Mbok meraih tanganku lembut, mata tuanya terlihat sudah basah seperti ikut menangisi pengorbananku.
9.8395.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.1K kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Titip Benih

Titip Benih

Mbok Inah terlihat mengernyitkan dahi mendengar pertanyaanku "Baik, tumben non tanya tentang nak Ahmad?" Aku jadi sedikit salah tingkah mendengar pertanyaan mbok dengan tatapan menyelidik "Gak apa-apa mbok... Menurut mbok kalau aku belikan dia motor bagaimana? karena ku lihat motornya sudah sering mogok jadinya dia sering terlambat datang." "Ya... Menurut mbok sich boleh saja Non belikan dia motor tapi dengan catatan itu sebagai fasilitas kerja dengan non. Jadi jika dia berhenti bekerja motor itu harus dikembalikan."
1030.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mbok nginep
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status