Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Sementara Amara melangkah menjauh sedikit dan menjatuhkan bokongnya di sebuah sofa. Sofanya empuk, berlapis kain abu terang dengan jahitan rapi yang nyaris tidak terlihat. Dudukannya rendah, sandarannya lebar—jenis sofa yang tidak memaksa duduk tegak, tapi juga tidak membiarkan siapapun tenggelam sembarangan. Nyaman dengan cara yang terkontrol. Amara menyilangkan kaki perlahan dan mengedarkan pandangannya. Lounge itu terasa tenang. Musik instrumental mengalun, seperti latar yang hanya ada agar keheningan tidak terasa kosong.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Demi Cuan, Aku Jadi Pelakor Bayaran

Demi Cuan, Aku Jadi Pelakor Bayaran

Lengkap sudah isi dalam rumah itu. Di ruang tamu terdapat sofa letter L dengan meja kaca. Bantalan sofanya begitu empuk, belum ada warga desanya yang memiliki sofa senyaman itu. Lantainya juga dialasi karpet hang sangat nyaman saat kaki menginjaknya. Di ruang tengah yang merupakan ruang keluarga terdapat sofa juga. Ada meja TV dengan TV berukuran 60 inci. Lalu di kamar kedua orang tuanya terdapat spring bed dengan merek brand ternama, meja rias dan sofa untuk bersantai ibu dan bapaknya dan lemari built ini yang sengaja dipesan dengan ukuran custom. Di dalam kamar utama yang ditempati kedua orang tuanya terdapat kamar mandi khusus.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

bisik Gita sambil menyentuh sandaran sofa kain berwarna abu-abu gelap yang tampak empuk. ​"Nggak mungkin salah, kuncinya pas kok," sahut Dayat, matanya menyapu ruangan. Di depan sofa sudah tertata meja hias kayu minimalis yang di atasnya nangkring sebuah televisi layar datar berukuran besar.
1061.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Setelah Sepuluh Tahun Pernikahan

Setelah Sepuluh Tahun Pernikahan

Namun aku tak bisa melihat foto itu karena keduanya menghadap kursi besar di depannya. Di depan meja besar itu terdapat satu set sofa dengan meja kecil di depannya. Mungkin sofa ini diperuntukkan untuk tamu perusahaan yang sedang datang berkunjung. Mas Damar pun mempersilahkanku duduk di sofa ini. "Duduk, Dek," perintahnya. Ia lebih dulu menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang terlihat empuk itu. "Baik, Mas." Aku yang masih berdiri di sisi kanan sofa itu segera mendekat.
1051.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Dikira Pengangguran Ternyata Hartawan

Dikira Pengangguran Ternyata Hartawan

Di sana ada satu set sofa berwarna hitam yang terdiri dari sofa triple, dobel, dan sofa tunggal. Satrio memilih duduk di sofa dobel dengan istrinya, sementara Herman, Bayu, dan Kapolsek duduk bersama di sofa tripel, pria pemilik toko duduk di sofa single, sedangkan istrinya duduk di kursi kantor yang ditarik dari belakang meja kerja pemilik toko. “Apa yang Bapak bicarakan dengan saya?” Pria berkacamata itu bertanya pada Satrio.
1048.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Bodyguard Tajir

Jerat Cinta Bodyguard Tajir

Satu meja terdiri dari dua sofa yang satu sofanya muat untuk dua orang. Begitu Marchel duduk, Petty langsung mengambil posisi duduk satu sofa dengan Marchel. Cafe itu sepertinya memang di rancang untuk 'nge-date', dan pengunjungnya rerata adalah pasangan muda. "Ada apa Pet? Kok kayaknya serius banget?" Tanya Marchel "Gak ada yang serius sih, aku cuma mau bilang, kamu gak bisa menghindari aku mas.." jawab Petty
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
My Villain Gentleman

My Villain Gentleman

Sedang sofa beledu merah memenuhi lantai dengan meja melingkar yang mewah. Beberapa kali Liora bersalaman dan berbincang singkat dengan beberapa rekan bisnis yang rupanya turut hadir pada pembukaan restoran Italia ini, sebelum akhirnya ia menjatuhkan bokong pada sofa beledu yang empuk. Masing-masing dari meja di sekitar Liora terisi oleh orang-orang yang berpasangan dan berkelompok, tetapi Liora tak terusik sama sekali dengan kesendiriannya di meja ini.
9.9128.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai meja sofa
Tampilkan Ulasan (91)
Baca
+Pustaka
Ami Lee
waw...gavriel pepet truz liora nya..aaaaaa..q suka kalian berdua..tapi beneran si alex mati..cepat amat mati nya 😂😂... si gavriel bisa jadi ayah nya vierra koq liora 😂😂😂😜.. kenapa hubngan liora dan dydy dexter buruk gtu yaa. gak baik begitu liora..dydy pasti sedih ..dydy mu begitu menyayangimu
Cik Sum
awalny bca novel ttg dex babehnya,trus lanjut novel jake kwan si babeh (blm beres2,mentok di koin 🤣), blm baca sih crita anak si jake, lansung loncat ke sini,coz anak si dex (devil favorit 😘).. blm nabung jg bwt beli novel cetaknya jadi masih bikin pnasaran 😭, ttp semangat, ttp produktif ya mel..
Baca Semua Ulasan
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

Hanya meja beserta kursi untuk bekerja. “Yeah, aku jarang berada di perusahaan utama dan sering berpindah-pindah.” Agina menekan sesuatu di balik meja seraya menoleh ke samping. “Khe, untuk menghindari ku,” sinis Agra yang ditanggapi senyum miring Agina. Lantai terbuka seiringnya munculnya sofa ke atas lengkap dengan meja. Agra menganga. “Apa di ruanganku juga ada?” Mendudukkan dirinya di sofa yang berseberangan dengan Agina.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Secret Love Narra & Nalla

Secret Love Narra & Nalla

Nalla menatap ruangan yang baru saja ia masuki, ada sebuah sofa kecil berwarna abu-abu yang hanya muat untuk dua orang dewasa, sebuah meja bundar kecil di sisinya,serta karpet bulu berwarna abu-abu tua yang langsung menghadap televisi 31" di dinding depannya. Melihat ke dalam lagi, rupanya langsung terhubung dengan meja makan pembatas dapur dengan dua kursi ala cafe.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Mayat di Balik Plafon

Mayat di Balik Plafon

Adhisti pun segera berbalik sambil mengerutkan dahinya melihat Abbiyya yang melengos begitu saja. Pria itu kini memegang bantalan duduk sofa itu lalu perlahan sedikit mengangkatnya. Betapa terkejutnya mereka berdua, rupanya sofa itu adalah sofa multifungsi yang memiliki beberapa slot penyimpanan di bawah bantalan duduknya. “Oh, My God!” pekik Adhisti lalu berjalan mendekati sofa tersebut. Abbiyya tampak kembali berdiri lalu mengamati sofa itu dengan tangan yang tersandar di pinggang.
8.718.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai meja sofa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status