OBSESI BARA
teriak Bara frustasi.
Laila menyeka air matanya, melirik ke arah Bara sekilas.
"Aku enggak ngerti kenapa kamu sangat obsesi dengan pernikahan ini, Bara! A-aku perlu waktu," ujar Laila mengalihkan tatapannya ke kaca jendela mobil.
"Tapi, jika itu yang kamu inginkan. Okke, aku bakal secepatnya menikah. Tapi, please Bara, jangan lagi kamu mukul orang yang enggak bersalah." Laila kembali mulai berkaca-kaca.