Sang Menantu Perkasa
Di aula musik.
Arak bernuansa amber, cawan zamrud, kendi berhias kaki keemasan, hidangan di atas piring giok. Makan seperti menikmati lukisan, minum seperti meneguk mata air. Petikan alat musik bergema lembut, lonceng berdenting merdu. Di sekeliling aula agung, terpasang bunga-bunga bak lonceng terbalik. Kelopak putih bersih, seperti porselen tulang memancarkan kilau tembus pandang. Di ujung kelopaknya berkeliling rona ungu muda bergradasi, tampak seperti hasil celupan alami dan indah oleh alam.
"Wow!" Disa yang mengekori Arjuna terus berseru, "Tempat ini benar-benar indah! Kurasa lebih megah daripada istana Paduka Kaisar."
Hot Chapters