Bawa Anak Lelakimu Pulang, Bu.
"Anakku Nina koma, Ris. Tak tergerak kah hatimu, untuk mengeluarkan sedikit hartamu, untuk membantu membayar biaya rumah sakitnya."
Aku tau ini agak keterlaluan, tapi demi kenyamanan apa boleh buat. Terpaksa berbuat kejam agar mereka tidak lagi menganggu.
"Maaf tapi lebih baik kita tidak berhubungan lagi, Bu. Bukankah aku sudah menyerahkan anak kesayangan mu, jadi lupakan kalau kita pernah punya ikatan sebagai mertua dan menantu."
Aku berjalan masuk tanpa memperdulikan mantan mertua, kini dia berteriak histris sehingga mengundang para tetangga.