Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SANG MENANTU HARTAWAN

SANG MENANTU HARTAWAN

"Ambil uang itu. Jangan pernah kamu kembalikan. Ingat, nenek kamu masih dalam perawatan, dan kamu masih banyak membutuhkan biaya." "Tapi Pak, please jangan ada syarat yang membuat saya menjadi muntah." "Itu urusan nanti. Sudah sana keluar. Urus perjalananmu dengan orang humas. Saya masih banyak kerjaan." Dengan berat hati Puspa mengikuti perintah bosnya. Dia berjalan keluar ruangan Andre dan meninggalkannya dengan rasa yang bercampur aduk. Merutuk dan sumpah serapah tak henti-hentinya dia umpatkan dalam hati. Menganggap bos ECO Farmasi ini benar-benar pemuda yang mesum.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Aku Istri yang Tidak Dianggap

Aku Istri yang Tidak Dianggap

sapaku pelan saat sudah duduk di sampingnya. Seperti dugaanku, ibu tidak menjawab sapaanku, hanya menengok sekilas kemudian berpaling tanpa senyuman, miris. Selain istri yang tidak dianggap, akupun menantu yang tidak diinginkan, nasibmu, Saf!
9.5129.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Menantu Penguasa yang Tak Terlihat Kaya

Menantu Penguasa yang Tak Terlihat Kaya

Orang seperti apa yang belum pernah ia temui? Menurut pandangannya, Tuan Muda ini bukan menantu tidak berguna yang hanya tampak di permukaan dari Keluarga Zakaria, bukan pula anak yang dibuang oleh keluarganya sendiri. Ia pasti memiliki identitas yang tidak bisa dibayangkan oleh siapapun!
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu yang Dianggap Pembantu

Pembalasan Menantu yang Dianggap Pembantu

Sudah cukup ya, selama ini aku hanya diam! Diperintah untuk masak setiap pagi dan sore hari, disuruh mencuci tumpukan pakaian segunung, bahkan sampai harus mencuci piring malam-malam sendirian, semua aku jabani dengan ikhlas! Aku paham tugasku sebagai seorang istri dan mantu yang menumpang tinggal di rumah mertua. Namun, kali ini sudah sangat keterlaluan. Mereka terang-terangan menganggapku bukan bagian dari keluarga. Untungnya tidak ada yang menyahut. Mereka hanya diam saja. Namun, wajah Ibu dan Vio sama-sama merah padam.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

"Aku kan penasaran dengan apa yang terjadi, Pa." "Tapi kamu ghak bisa dengan sikap kayak gini. Dini itu menantu kita, Ma. Sadar ghak kamu ini?" Giani bersidekap. "Itu kan kamu, Pa, yang nganggep dia menantu. Aku sih, amit-amit deh, orang bekas ODGJ jadi menantu aku," cibir Giani. "Astaghfirullah, Mama!" "Mbak, jadi bareng kita apa nunggu Mas Pram?" tanya Ibra yang merangkul pundak Ajeng yang tak berhenti menangis.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Hasrat Bukan Menantu Idaman

Hasrat Bukan Menantu Idaman

“Apa kamu keberatan?” Bu Intan sama sekali tidak menolak. Jovan menangkap sorot mata itu, penuh keraguan yang beradu dengan keinginan terlarang. Ibu mertua yang dulu begitu angkuh, kini mulai masuk dalam permainannya. ^*^
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Marlon Menantu Terhebat

Marlon Menantu Terhebat

tanya Kakek Har meminta Marlon memberi keputusan akhir. “Iya, Kek, aku minta keluarga yang sering menghina dan merendahkan keluarga mertuaku itu memikirkan kalau tindakannya tidak benar, karena sesama saudara bukan untuk saling melihat kelemahan masing-masing, tetapi untuk saling menyayangi. Keluarga yang aku maksud adalah keluarga Om Andhika. Karena keluarga Om Andhika sering meremehkan bapak mertuaku, Tante Melani juga memandang sebelah mata keluarga kami dan Jayanti anaknya selalu memusuhi istriku, padahal Erinka sama sekali tidak tahu apa yang dia perbuat sehingga Jayanti selalu mengusiknya tanpa sebab. Demikian keputusanku, Kek Har...” ucap Marlon panjang lebar untuk meyakinkan Kakek Ha
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Bukan Menantu Impian

Bukan Menantu Impian

tanyaku dengan perasaan tak menentu. "Pergi Kau dan Rozi saja, Ti. Anak-anakmu nanti biar Kakak yang bawa pulang," ucap kak Minah, seolah mengerti dengan kekalutan ku. "Di sini biar Kakak dan abangmu yang urus," lanjutnya lagi. Aku dan bang Rozi pun pergi ke rumah emak. Sampai di sana sudah ada juga beberapa orang tetangga di sana. "Dasar menantu durhaka," bisik ibu-ibu di teras rumah mertuaku.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah

Sebuah tawa dingin, terdengar jelas, bahwa sang mertua sangat tidak menyukai menantunya. Dia tak pernah menyangka jika wanita yang berada di hadapan nya ini, berumur panjang, menurutnya melihatku sama saja mengganggu pemandangan, karena anggur beracun yang telah ia berikan tak mampu membuatku mati, tentu saja Bunda Mo merasa sangat tidak senang. Ku tahan perasaan ketidak senangannya terhadapku dan diriku pun mencoba bersikap setenang mungkin.
6.87.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai menantu yang tak dianggap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status