Istri Pengganti Sang Miliarder
Nada suaranya dingin dan tak bersahabat, membuat niatku untuk berbagi sewa seketika hilang.
“Enak aja! Kamu nggak modal buat beli rumah dan tanahnya, nggak malu minta bagian uang sewa? Aku tuh, sebagai istri yang harus kamu santuni, bukan sebaliknya! Mana yang katanya kodrat lelaki menghidupi istri? Mana, manaaaa?!” Aku memekik, tanpa bisa lagi menahan diri.
“Iya, iya! Aku nggak minta. Tapi kamu urus barang-barangku!” katanya.