Ah! Mantap, Sayang
Hazel memaksakan seulas senyum tipis di wajahnya saat berbicara, “Aku juga minta maaf. Kalau bukan karena kecerobohanku sampai dijambret tadi, Papa pasti tidak akan terluka seperti ini.”
Kini, Denzel tersenyum kecut, menyadari ironi di balik kalimat putrinya. *Dan kalau bukan karena tragedi ini, kita mungkin tidak akan pernah duduk sedekat ini dan berbicara lagi.”
Suasana tegang itu berangsur mencair, digantikan tawa pelan dari keduanya. Sambil terus berbincang ringan mengenai keseharian Hazel sebagai dokter dan hal-hal kasual lainnya, Denzel tiba-tiba terdiam sesaat. Matanya menatap intens wajah Hazel sebelum akhirnya berkata, “Kau ... sangat mirip dengan Adele.”
Hot Chapters