Dongeng dan fantasi sering tumpang tindih, tapi tidak selalu identik. Ada dongeng yang benar-benar melibatkan sihir, makhluk ajaib, atau dunia alternatif—seperti 'Cinderella' dengan peri godmother-nya atau 'The Little Mermaid' yang penuh dengan laut berkekuatan magis. Namun, beberapa dongeng lebih fokus pada moral atau pelajaran hidup tanpa elemen supernatural yang kuat. Misalnya, 'The Emperor’s New Clothes' lebih tentang kecerdikan dan kebodohan daripada sihir. Fantasi, sebagai genre, cenderung lebih eksplisit dalam membangun sistem magis atau aturan dunia yang berbeda. Jadi, meski banyak dongeng bisa disebut fantasi, tidak semua memenuhi kriteria itu.
Yang menarik, batasannya juga tergantung interpretasi. 'Pinocchio' bisa dilihat sebagai fantasi karena boneka kayu yang hidup, tapi juga sebagai alegori tentang pertumbuhan. Di sisi lain, 'Hansel and Gretel' jelas fantasi dengan rumah permen dan penyihir. Tergantung seberapa ketat kita mendefinisikan 'fantasi', klasifikasinya bisa berubah.