Cincin terakhir istriku
Itulah kalimat yang selalu ada di kepalanya beberapa waktu ini.
Adam bergeliat dari tidurnya, kedua matanya terbuka. Ia menemukan istrinya sedang menangis. Perlahan ia beranjak, menghampiri Arinda yang menatap nanar ke arah suaminya. “Kenapa Bunda?” tanyanya sambil menghapus air mata sang istri dengan tisu. Bibir Arinda terbuka pelan, lalu mengucap nama Barin dengan lirih. Adam tersenyum. “Barin udah di surga, jangan sedih, ya. Kita masih punya Rangga dan Ghania, mereka juga anak-anak kita. Barin pergi bukan kesalahan Bunda, tapi takdir pencipta. Bunda memang nggak bahagia dengan kehadiran Rangga dan Ghania. Apalagi Rangga, dia sudah menemukan kebahagiaannya bersama Aya, ada dua anak yang me
Hot Chapters