Sang PENEMBUS Batas
Elang turun dari mobil, dan membuka pintu kiri belakang mobil,
“Adiknya tolong tahan sebentar rasa sakitnya ya. Ini akan mengurangi rasa sakit berkepanjangan, akibat pergeseran tulang dan otot di kaki Adek,” ucap Elang tersenyum, pada anak muda yang masih merintih-rintih kesakitan itu.
Anak muda itu hanya mengangguk lemah, menyetujui ucapan Elang.
“Sekarang lemaskan seluruh tubuh dan ototnya ya. Rileks saja, jangan tegang,” ucap Elang.
Hot Chapters