Suamiku Simpanan Tante-tante
“Wah, bakalan mubadzir satu gelas, nih, kayaknya.”
“Maaf, Mbak. Aku nggak tahu kalau suami Mbak mau pergi, jadi—“
“Aku bilang begitu bukan bikin kamu merasa bersalah,” jelasku dengan senyum. Sungguh, setelah sikap ketus suamiku tadi, rasanya hambar sekali. Tidak tahu harus mengobrol tentang apa. “Maaf, ya, atas sikap suamiku tadi. Dia kayaknya lagi sibuk di luar.” Sangat tidak sopan saat ada tamu, tetapi tuan rumah justru pergi. Apa lagi dengan alasan yang sama sekali tidak dijelaskan. Jujur, aku yang malu karena sikapnya. Namun, Mas Saleh tetap suamiku, jadi tidak boleh menunjukkan sisi yang di mana kau terkesana memojokkannya.