Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Warisan Utang Mertua

Warisan Utang Mertua

disusul tawanya hingga ruangan yang sebelumnya sepi kini berisik dengan suara tawanya yang semakin menggema. “Ingat hukum tabur tuai itu pasti ada, jika kalian masih ingin tinggal rumah itu. Silahkan! Tapi, ingat itu adalah milikku." Sambil menunjukkan jari telunjuk di hadapan lelaki yang sebentar lagi akan bercerai dengannya. Kali ini Sinta berusaha bertemu Lani. Untuk mengurus semuanya. Tak lupa ditemuinya pimpinan Bank tempat Arman dan Gayatri menggadaikan sertifikat rumah Ibunya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as menghitung waris
Read
+Library
WARISAN ISTRIKU

WARISAN ISTRIKU

WARISAN ISTRIKU (15) (Aku Tak Tahu Istriku Banyak Warisan Saat Kutalak Tiga Dirinya) Laras memandang wanita berumur awal empat puluh di depannya dan lelaki paruh baya di sampingnya yang merupakan suami perempuan itu dengan pandangan menilai. Dua orang tersebut adalah pasangan suami istri yang direkomendasikan oleh sahabatnya Dina untuk bekerja di rumahnya, karena dulunya pernah bekerja pada salah satu keluarga Dina yang akhirnya terpaksa memberhentikan pasangan ART itu karena tak mampu lagi membayar gaji bulanan mereka efek pandemi Corona melanda negeri ini.
1044.5K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as menghitung waris
Read
+Library
Kurelakan Suamiku untuk si Pelakor Magang

Kurelakan Suamiku untuk si Pelakor Magang

Tentang harta titipan mantan ibu mertua. "Saya sudah ikhlaskan itu, Pak. Semua memang kami berikan pada Aqila dan Yumna," jawab Mbak Naura. Ingin sekali menyela perbincangan bapak dan Mbak Naura, tapi aku mencoba menahan diri untuk tidak terpancing emosi. Berkali-kali menghirup udara sebanyak-banyaknya, lalu menghembuskannya secara perlahan. "Kamu dan ibumu, apakah mengetahui hukum pembagian waris dan cara membaginya?" tanya bapak dengan melirik Ustadz Idris.
1084.8K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as menghitung waris
Read
+Library
Marrying Mr Alim

Marrying Mr Alim

Rosa menjerit kesenangan, ia menghadiahi suaminya kecupan di pipinya. “Tapi kenapa rumah yang kecil hmm maksudnya aku rumah dulu itu jadi milik Alifa? " Rosa bertanya ingin tau. "Itu warisannya dia sayang, aku dan ibu sudah membagi harta warisan ayah saat ayah meninggal, tapi kembali direvisi karena ada Alifa di perutnya Ibu. Karena salah satu hak si mayit adalah segera membagi warisannya agar jelas. Di bagi bukan berarti keluarga lain tidak boleh tinggal, di bagi adalah untuk kemaslahatan bersama. Buktinya aku, meskipun seluruh aset sudah menjadi milik masing-masing tapi aku tetap tinggal di rumah Alifa." Jelas Alfa panjang lebar, dan Rosa mengangguk faham. Suaminya memang luar biasa tau hu
1.2K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as menghitung waris
Read
+Library
Cara Menangani Perselingkuhan

Cara Menangani Perselingkuhan

kata Indra pelan. Indra sempat didera keraguan untuk membahas ini, namun ia sadar ibunya memiliki hak penuh untuk tahu. "Pengacara keluarga Utama mendatangiku. Dia bilang total jumlah warisannya... 100 miliar rupiah." Bibir Indra seketika terkatup sempurna setelah melafalkan angka yang teramat fantastis itu. Sepasang mata Sarah melotot sempurna dengan mulut menganga karena didera rasa terkejut yang luar biasa.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as menghitung waris
Read
+Library
Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku

Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku

Astaghfirullah, bagaimana bisa mereka membagi harta warisan tanpa mengingat ayahku yang juga berhak atas rumah tersebut? Aku sebagai ahli warisnya Ayah masih hidup, lho! Walaupun aku anak perempuan, apakah aku tak berhak sama sekali untuk bagian Ayah? Jahat! “Ya, sudah, Paklek. Terima kasih infonya,” pungkasku sakit hati. “Sama-sama. Sudah dulu ya, Fika. Assalamualaikum.” “Waalaikumsalam.” Kumatikan sambungan telepon. Cepat kuseka ujung pelupuk mata yang menitikkan air kesedihan. Percuma aku menangis, orang-orang akan tetap zalim dan mengabaikan keberadaanku.
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 752 Times as menghitung waris
Read
+Library
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Aku nggak setuju!“ Mas Hasan membuka suara. Ketiga adik dan iparnya kompak mencebik. “Pembagian harta waris harus sesuai dengan ilmu faraidh. Kita bisa minta bantuan Uwak Ayi--“ “Enggak usah panggil Uwak Ayi. Mamah sudah membagikannya seadil mungkin. Kamu kan belum punya rumah, jadi Mamah kasih tanah biar kamu bisa bangun rumah. Kurang apa coba Mamahmu ini,“ potong Mamah dengan nada tinggi. “Kalau nggak sesuai dengan ilmu faraidh, aku angkat tangan. Aku juga tidak akan mengambil bagianku. Silahkan saja, untuk kalian semua,“ kata Mas Hasan dengan wajah merah padam.
1017.7K viewsOngoingAdded to Library 619 Times as menghitung waris
Read
+Library
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

Serta menyerahkan tanggung jawab atas Annisa padaku. "Tapi tidak bisa seperti itu, Pak Dimas. Wasiat itu tidak boleh lebih dari sepertiga harta yang dimiliki, tidak boleh semuanya. Jika ada ahli waris maka ya harus dibagi sesuai ketentuan dalam ilmu faroidl. Sedangkan Anda masih mempunyai seorang putra yang belum ditentukan kematiannya hingga sekarang. Jadi, harus dicari sampai jelas dulu. Meminta keridaannya sebagai ahli waris apakah bersedia jika tidak mendapatkan sepeser pun dari peninggalan Anda kelak." kataku panjang lebar menerangkan ilmu pembagian waris sesuai pemahamanku selama ini.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as menghitung waris
Read
+Library
Semua Perempuan Itu Mengejarku

Semua Perempuan Itu Mengejarku

“Tidak bisa mbak. Aku harus dua pertiga. Itu sudah tertulis. Dasar hukumnya jelas. Lagian ibu juga gak keberatan.” “Kalau kamu dua pertiga, lalu berapa anak pungut si Doni itu? mau juga dua pertiga. Sialan kamu ya. Pokoknya kita bagi rata, 40 persen dan 40 persen. Titik !” Doni geram mendengar kedua saudaranya itu sudah bertengkar perihal hak waris. Padahal mereka baru saja pulang dari pemakaman. Air putih yan seharusnya bisa memalumkan keronggkongan, kini tiada lagi bisa palum.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as menghitung waris
Read
+Library
BAYANGAN DI BALIK WARISAN

BAYANGAN DI BALIK WARISAN

"Teori hanyalah teori, Zeke. Bisa secemerlang yang kau mau, tapi kalau nggak punya pijakan… tetap saja cuma angin lalu." Dia mencondongkan tubuh sedikit ke depan, sorot matanya tajam meski bibirnya menyunggingkan senyum tipis. "Tiga korban, tiga kamar berbeda, tapi semuanya rapi. Terlalu rapi. Bukan sekadar soal bagaimana mereka mati, tapi bagaimana cara kebenaran itu diterima. Seolah seseorang ingin kau percaya ini hanya serangkaian kebetulan sial."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as menghitung waris
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status