CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
Dia meremas cincin di jarinya perlahan, lalu nada bicaranya melembut, "Keenan, apa kita nggak bisa punya sedikit harga diri? Kenapa harus mengejar dan menjilat orang begitu?"
"Kalau Renee masih menganggap aku teman, dia pasti sudah kirim pesan ke aku duluan. Tapi, dia nggak melakukan itu. Itu berarti dia juga nggak menginginkan aku sebagai teman. Kalau aku masih mengejarnya, gimana penilaian orang sama aku nanti?"
"Memangnya pendapat orang itu penting? Yang penting hidup kita bisa naik derajat."
Keenan mendengus dingin, "Kamu merasa dirimu itu terhormat. Tapi, waktu dimaki-maki sama atasan, kamu tetap saja kembali ke kantor busuk itu dengan menyanjungnya."