Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencari Istriku di Masa Lalu

Mencari Istriku di Masa Lalu

“Pokoknya... kalau suatu hari kau harus nutup usaha karena hal yang nggak masuk akal... bertahanlah. Buka lagi. Rezeki itu kadang bersembunyi, tapi nggak pernah hilang.” Raheem diam. Matanya menatap Shaz lebih lama dari biasanya. “Kau yakin nggak gila?” “Yakin.” Raheem mengangguk perlahan. “Kalau nanti aku punya restoran, menu pertamanya akan aku beri nama... Kari dari Masa Depan.”
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Mengemis Malam Pertama

Mengemis Malam Pertama

"Aku sudah mempersiapkan makan malam kecil untuk kita, karena setelah kupikir, ada baiknya kita merayakan lembar baru kita sebagai seorang teman." Riki sebenarnya sangat malas berurusan dengan Mazaya, tapi dia terpaksa menurut saat Mazaya menggandeng tangannya menuju meja makan, mempersiapkan diri untuk kejutan dari wanita itu. "Duduklah! aku yang memasak semua ini, setidaknya hargai kerja kerasku," katanya tersenyum kembali. Riki tak tahan dengan kepura-puraan ini, dia menulis di kertas dan menunjukkannya pada Mazaya
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

Reni menggerak-gerakkan badannya seperti orang yang sedang mengalami kejang-kejang. "Hust! Sudah jangan ngomongin orang, cuma nambah-nambahin dosa. Dapat rezeki baik itu ya disyukuri, dijauhkan dari segala sesuatu yang buruk pun juga wajib disyukuri," ujar bu Imah kemudian.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua

Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua

Jihan terus berpikir sembari membungkus seblak pesanan Bu RT yang sudah selesai ia masak. "Ini, Bu seblaknya." Jihan mengulurkan sebuah bungkusan kantong kresek pada Bu RT. "Nih uangnya mbak. Seblak dua berarti dua puluh lima ribu ya." Jihan mengangguk dan menerima uang pas yang diulurkan oleh Bu RT.
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
ANAKKU PULANG SEPERTI PEMBANTU

ANAKKU PULANG SEPERTI PEMBANTU

Ia melangkah mendekat ke halaman samping rumah ini. “Mau sayur, Jen?” “Nggak usah. Di rumah banyak sayur yang dibawa besanku,” jawabnya. ”Ini.” Ia menyodorkan kantong keresek padaku. “Ini apa?” Kuterima kantong itu. “Itu lemang tapai, Mertua Susi yang bawa.” “Alhamdulillah dapat rezeki. Aku ikut senang besan kamu sangat baik.”
8.463.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
TANTE MALIKA : MANISNYA DENDAM ADIK TERSAYANG

TANTE MALIKA : MANISNYA DENDAM ADIK TERSAYANG

“Lihat ini. Sudah banyak makanan. Semua diberi sama teman-teman.” Tidak percaya, Putu Astari mengintip isi kresek warna merah itu. “Buah, sayur, tahu, tempe, telur. Nah, belum ada jajannya. Ayo bawa ini. Buat camilan di rumah.” Dengan menahan malu, terpaksa Malika menerimanya. “Makasih banyak lho. Mudah-mudahan rejekimu bertambah lancar.” “Astungkare,” jawab Putu Astari penuh syukur. Yang artinya sama dengan Alhamdulillah.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

(Bersambung) Rezeqi itu sudah ada yang menentukan! Jangan takut tak mendapatkan-nya. Karena perjuangan akan tetap menuai hasilnya. SELAMAT MEMEMBACA! Jangan lupa dukungannya agar Mak penulis ini selalu semangat🥰🙏🙏🙏
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Diikuti oleh Papa Girish dan Cain diujung meja. Anael merasakan ketegangan menguar dari tubuh Fayla ketika ia dan Jaibah duduk berhadapan. Sedangkan istri Bahram itu sendiri sedang membukakan bungkus cemilan untuk anak bungsunya. Buku menu kembali disediakan, sedangkan Fayla mengambil dari bunda. Ia memesan sup kepiting asparagus dan nasi putih. “Wow, Bahram juga senang pesan itu!” Jaibah menoleh ke arah suaminya dan menambahkan, “Jadi kalian bisa berkongsi bersama.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Terlintas kata - kata yang membuat aku takjub padanya. ***Selagi masih bernyawa, selagi masih bisa bernafas, selagi bisa melangkan kaki, jemput rezekimu meski berperas peluh, meski upahnya hanya bisa untuk mengganjal perut, asalkan rezeki itu halal hasil jerih payahmu, bukan hasil dari mengadahkan tanganmu.*** Seperti itulah prinsip hidup mbok Darmi. Wanita berumur senja yang masih gigih dalam bekerja.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Kado untuk Ibu Mertua

Kado untuk Ibu Mertua

Sebuah pertanyaan yang sama terlintas di dalam benakku. Mas Ramzi menggenggam erat tanganku. "Nggak usah sedih. Tidak ada yang mubazir. Kita bagikan saja, insyaAllah akan lebih bermanfaat. Anggap saja belum rezeki. Suatu saat nanti pasti akan mendapat ganti yang lebih banyak lagi." Akhirnya bakso itu dibagikan secara cuma-cuma pada beberapa orang yang lewat.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai menjemput rezeki
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status