Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Ia meninggalkan teman-teman sementaranya di tengah kepungan maut pasukan goblin tanpa sepatah kata pun. Di dapur, ia merobek bungkus keripik dengan brutal. Robekannya terlalu besar, membuat sebagian isinya muncrat ke lantai. Dimas tidak peduli. Ia langsung menuang sisa keripik itu ke mulutnya sampai tumpah-tumpah, mengunyah dengan kasar. Setelah habis, ia membuka freezer dan menatap sebaskom es krim rasa permen karet. Tanpa sendok, ia mencomot es krim itu dengan kelima jarinya, tidak peduli tangannya yang beku dan lengket. Puncaknya adalah saat ia mengeluarkan sebungkus kebab frozen dari situ dan mulai mengunyahnya begitu saja, keras seperti batu.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as menyibak
Read
+Library
Petani Sukses

Petani Sukses

"Hmm... Mungkinkah dimensi ini dapat mengabulkan apa aku pikirkan?" Amanda Santika mengeluarkan sekantong kecil benih biji timun untuk menguji apa yang dia pikirkan. Dia membukanya dan mengeluarkan beberapa biji ke tengah telapak tangannya. Lalu dia fokus dan berkata, "Taburkan benih ini!"
104.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as menyibak
Read
+Library
Digilai Psikopat

Digilai Psikopat

Satu-satunya cara untuk membuat mereka enyah adalah mematikan kemenyan yang ada di bawah. Keyakinannya bahwa Tuhan akan menolongnya terbukti. Meydisha tak sengaja menyentuh genangan air di atas lemari. Dia mengangkat kepala, rupanya atap di atas kepalanya bocor. Senyumnya merekah. Dengan sigap, dia menangkup kedua tangannya dan mendapatkan air. Meydisha menjaga air itu, lalu menjatuhkannya tepat di atas kemenyan. Mengepulkan asap terakhir yang terlihat. Gulutuk Sengir tak serta merta langsung bubar, Meydisha harus bersabar menunggu bau kemenyan hilang sepenuhnya. “Terus saja tersenyum seperti itu sampai gigimu kering, makhluk jelek.” Sepertinya kalimat perpisahan itu cukup membuatnya puas. D
9.74.9K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as menyibak
Read
+Library
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Dia pergi dengan penuh amarah, tapi sebelum itu sempat menyemprotkan lebih banyak gas halusinasi ke seluruh ruangan. Kabut tebal membuat tubuhku kejang-kejang, menambah lapisan siksaan baru di atas racun ular yang sudah mengalir dalam tubuhku. Di tengah kabut rasa sakit itu, aku mendengarnya, tangisan samar bayiku. Sebuah suara kecil bergema di kepalaku. "Ibu... Ibu, tolong aku..." Itu suara bayiku. Dalam halusinasi, aku melihat sosok mungil mengulurkan tangan padaku.
57.0K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as menyibak
Read
+Library
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

“Hm… Ayo, Cepat!” “Nyong, nyong…” Siska Juleha terburu-buru menghampiri Suci Roswita yang hendak ingin pergi ke perusahaannya. “Ada apa, Bi?” tanya Suci Roswita. “Nyong, sarapan dulu nyong,” pinta Siska Juleha. “Tidak usah, Bi. Aku buru-buru nih, Bi.” “Akan aku siapkan bekal untuk nyong, ya,” Siska Juleha menawarkan Suci Roswita membawa bekal.
606 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as menyibak
Read
+Library
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Lidah bercabang menjulur keluar masuk diiringi dengan suara desisan khas hewan berbisa tersebut. “Kamu yang memaksaku berubah menjadi seperti ini, tua bangka. Akan aku telan kamu hidup-hidup!” Sumirah membuka mulutnya lebar-lebar dan langsung mengarahkan kepalanya ke arah Kyai Ibrahim. Tak lain dan tak bukan tentu saja untuk melahap habis sang Kyai yang telah mengganggu rencana Sumirah. Kyai Ibrahim bergerak cepat. Kyai sepuh itu memutar tasbih yang sedari tadi di genggaman tangan kanannya seraya berdoa meminta perlindungan kepada Allah Yang Maha Kuasa.
9.751.0K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as menyibak
Read
+Library
AMBIL SAJA SUAMIKU

AMBIL SAJA SUAMIKU

AMBIL SAJA SUAMIKU 27 Dia tak langsung mati. Tentu saja, pukulan itu bukan dimaksudkan untuk membunuh, tapi, untuk tujuan yang lebih mengerikan lagi, menyiksa fisik dan mentalnya. Arkan terbangun saat telinganya menangkap suara-suara desahan yang amat dia kenal. Perlahan, matanya terbuka dan langsung menyipit kembali saat sinar televisi layar datar yang tepat berada di depan matanya, menayangkan gambar-gambar bergerak yang menjijikkan. Mayang, Mayang istrinya, perempuan yang kemarin begitu dibelanya hingga dia harus kehilangan Kayyisa, tengah bergumul dengan seorang lelaki yang wajahnya tak terlihat. Sungguh gila!
1093.9K viewsCompletedAdded to Library 3.8K Times as menyibak
Read
+Library
Istri Dokter Somvlak

Istri Dokter Somvlak

Aku yang melihat Bik Min sedang sibuk mencuci beras segera mendekatinya. "Eh, Non, udah bangun. Ini, Bibik mau Mada oseng-oseng kecambah." "Kemarin kan sudah masak kecambah, Bik. Kok kecambah lagi." Aku mengambil kecambah yang sudah disiapkan di dalam wadah lalu mencucinya. "Iya, Non. Ibu yang nyuruh." Ohh, Mama. Ternyata Mama suka banget sama kecambah ya. Karena yang meminta Mama aku tidak lagi bertanya, dan membantu Bik Min menyiapkan semuanya.
9.916.7K viewsCompletedAdded to Library 433 Times as menyibak
Read
+Library
MENYESAL MENDUAKANMU

MENYESAL MENDUAKANMU

Mas . Samar terdengar bisikan seseorang menyebut namaku. Mungkinkah itu Karin? Apa dia sudah kembali? Semakin lama suara itu terdengar semakin jelas seiring dengan aroma mint yang menyeruak di indera penciuman. Mataku terbuka sempurna dan mendapati Papa tengah duduk di tepi ranjang. Ah, ternyata itu suara Papa. "Syukurlah kamu sudah sadar," ucapnya seraya menutup kembali minyak angin di tangannya.
9.8240.4K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as menyibak
Show Reviews (32)
Read
+Library
Mini Adae Jangkang
Terlalu lembek dan tidak tegas jadi seorang lelaki, masa dari hal kecil selalu di atur oleh mama nya dan tidak ada keadilan dan ketegasan jadi suami untuk kedua istrinya, pantas lah penyesalan untuk mu Malik
Uli arta
Author bagus banget ceritanya.air mata ku trus mengalir,Thor pengen ada extra part smpai Kamal merid.klo bsa bikin cerita baru utk ayesa dan Faisal. ini novel y harus di baca ya guys,nyesel klo g baca.trimakasih author Airi Mitsukuni,telah berhasil membuat aku menangis.
Read All Reviews
Momong Tuan CEO Manja

Momong Tuan CEO Manja

Hidungnya kembang-kempis nahan jawaban. “Kak Biba enggak nangis karena ditabok kok, tapi karena habis makan mi Samyang. Tuh lihat.” Biba nunjuk mangkuk plastik kosong di sisinya. Kelihatan banget bekas makanan pedas warna merah yang kalau dicium, bau pedasnya masih tersisa di udara.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 235 Times as menyibak
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status