Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Ada jarak yang tidak kelihatan antara dirinya dan dunia di sekitarnya, seperti seseorang yang sudah melihat terlalu banyak hal dan tidak lagi merasa perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Tidak ada kegelisahan. Tidak ada kebutuhan untuk terlihat sibuk. Hanya diam yang terasa bukan karena pasif, tapi karena sudah selesai. Emma mendapati dirinya menatap lebih lama dari yang seharusnya. Asap tipis mengepul pelan dari ujung rokok. Ryan menatap ke arah jalan, tidak peduli pada siapa pun di sekitarnya. 'Apa yang membuatnya bisa bicara seperti tadi...'
1047.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai menyukai dalam diam
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
ekadermawan89
fresh ceritanya, mantap thor. Saya sudah baca 6 dari 7 karya-karya keren beliau. Rianoir ini salah satu penulis novel yang produktif, kreatif sekaligus imajinatif dan disiplin di waktu yang sama. tetap konsisten brother ...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

“Aku tidak ingin hidup di rumah yang hanya berisi diam.” Pria itu menghela napas panjang, menatap ke arah jendela. “Mungkin diam itu satu-satunya hal yang tersisa agar kita tidak saling melukai.” Kata-kata itu memukul lebih keras dari teriakan mana pun. --- Malam tiba dengan lambat.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Dulu aku gak sempat menikmati tenang, Yah. Sekarang baru ngerti kalau diam itu juga bentuk syukur.” Mereka terdiam lama. Angin dari luar membawa bau tanah dan daun pisang. Aisyah menyandarkan kepala di bahu Arga, tangannya tanpa sadar menggenggam lengan suaminya. “Mas, aku suka malam kayak gini,” katanya pelan. “Kayak dunia berhenti cuma buat kita.” Arga memiringkan kepala, menatap wajahnya dari samping. “Kalau dunia beneran berhenti, aku gak apa-apa asal kamu tetep di sini.” Aisyah tertawa pelan. “Kamu tuh sekarang bisa ngomong hal manis tanpa mikir, ya.” Arga membalas dengan nada ringan, “Soalnya yang aku omongin bukan manis, tapi jujur.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

Liam tersenyum, menaruh garpu dan mengisyaratkan dengan tangan sambil menatap Jennie dalam, “Kau tahu? Aku justru lebih suka begini.” Jennie mengernyit heran. “Maksudmu?” Liam mengangkat bahu ringan, “Tempat kecil seperti ini lebih tenang. Tidak ramai, tidak bising, dan kita bisa bicara tanpa gangguan. Dan yang terpenting kita tidak melewatkan jam makan malam.” Pipi Jennie memerah. Ia tersenyum, meremas lembut tangan Liam, “Kau benar-benar tahu caranya membuatku berhenti merasa bersalah.”
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
TEMAN WANITA AYAHKU

TEMAN WANITA AYAHKU

Sementara itu, Raya seperti biasa, duduk diam, makan secukupnya, lalu menatap piring kosongnya lama-lama seolah sedang merenungi nasib bangsa. Dia memang paling pendiam di rumah. Bukan karena sombong, tapi memang tidak suka keramaian. Sosialisasi bikin dia lelah, katanya. Jadi dia lebih senang menyendiri di kamar, entah itu mengerjakan tugas atau melukis pohon dan gunung yang sama tiga puluh kali.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
About Me Alshameyzea

About Me Alshameyzea

Aku tidak ingin membuatnya merasa tertekan, hanya ingin melihat senyumnya yang tulus, bukan bayangan kesedihan yang dia sembunyikan. Ketika kami akhirnya duduk di kantin, aku memilih untuk diam, membiarkan pertanyaan itu tetap tersimpan di dalam hati. Ada kalanya, diam adalah cara terbaik untuk menunjukkan kepedulian. Mungkin, suatu hari nanti, Keenan akan bercerita dengan sendirinya. Tapi untuk saat ini, aku hanya ingin menikmati kebersamaan ini, tanpa tekanan, tanpa pertanyaan, hanya kehangatan dua sahabat yang berbagi momen sederhana. Dan dalam setiap langkah yang kami ambil hari itu, aku tahu bahwa meski kami tak selalu mengungkapkan segalanya, kami tetap saling memahami dengan cara yang
9.62.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Dia sangat suka dengan sisi yang menggairahkan. “Hasratmu memang besar.” Bisik Yu Silan pada Saena lalu menarik kacang Saena dengan pelan dan lembut. “Oukhhh, ssshhh Tuan, emh, ouwhhh.” Saena mengangkat bokongnya naik ke atas, sambil membuka kedua pahanya yang mulus lebar-lebar. Menatap aksi jemari tangan ramping Yu Silan pada area intimnya yang basah.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati

Sampai akhirnya Gion berkata, “Kamu terlihat… seperti orang yang sedang menikmati sepi di tengah keramaian.” Ambar menoleh sekilas. Kalimat itu menohok. Ia biasa mendengar pujian soal wajah atau tubuhnya, tapi jarang ada yang berani menyentuh lapisan batinnya. “Kalau aku sebenarnya malas diajak bicara?” balas Ambar datar. Gion terkekeh pelan. “Maka aku akan diam. Kadang diam lebih baik daripada kata-kata.”
10949 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

“Aku ingin kau tahu, aku tidak pernah benar-benar pergi. Aku hanya sedang belajar menata ulang hidupku, agar bisa mencintai dengan cara yang lebih tenang.” Sekar berhenti sejenak, suaranya mulai bergetar. “Karena mencintai itu bukan selalu bicara… tapi kadang, tentang berani diam dan kembali pulang.” Di ruangan bawah, Arya berdiri diam di depan radio ruang tamu.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Adi menatap ke depan, lalu berkata pelan, hampir seperti catatan untuk dirinya sendiri, “Kadang yang paling capek dari acara kayak gini bukan ramainya… tapi harus kelihatan ramah terus.” Alma tersenyum kecil. “Iya. Diam sebentar tuh kayak napas.” Adi mengangguk setuju. Lalu diam lagi. Dan entah kenapa, dalam diam yang sederhana itu, Alma merasa nyaman— bukan karena ada sesuatu yang baru di mulai, melainkan karena untuk pertama kalinya setelah lama, tidak ada apa pun yang harus ia hindari. ***
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai menyukai dalam diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status