Eratnya Pelukan Tuan Presdir Malam Itu
Informasi intinya tetap sama, hanya dibungkus dengan kalimat halus, lebih aman tanpa terkesan menuduh.
Namun, belum sempat terkirim, ia kembali menghapusnya.
‘Tidak-tidak, ini juga tidak enak dibaca.’
Alih-alih fokus pada isi pesannya, Acha justru terjebak memikirkan susunan kata.
Layar ponsel itu pun kembali kosong dalam sekejap.
Ketik, hapus. Begitu seterusnya, sampai beberapa kali.
Acha menghela napas panjang, lalu menjatuhkan punggung ke sandaran sofa.
Bab Populer