PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU
bujuk Saka, suaranya lirih namun penuh tekanan, mencerminkan kebulatan tekatnya.
Tangan Hanum mencengkeram tepi ranjang tempatnya duduk. Jemarinya bergetar, menandakan konflik batin yang luar biasa. Banyak hal meledak di dalam kepalanya, terlalu rumit, menyakitkan, gelap, penuh trauma, luka, dan ketidak berdayaan.
"Num?! Jangan diam saja! Kalau kamu terus begini, Anggara akan makin semena-mena!" ujar Saka, suaranya naik sedikit, mencerminkan kegelisahannya.
Bab Populer