Luka di Balik Senyum Istriku
dengan gaya bicara yang mendayu-dayu seperti perempuan, pelayan itu begitu lancar menawarkan menu kepada pelanggan di hadapannya diiringi gerakan tangan yang gemulai membuat ia terlihat lebih cocok menjadi ben-cong dari pada pelayan warung makan.
"Wah, menu apaan itu, Mas?" tanya Hamdan tampak begitu antusias ingin mencoba menu terbaik dari warung mie ayam ini.
"Yang pertama itu : mie ayam air mata ISMA, ini level paling rendah, Mas, Mbak. Solanya ini tak begitu pedas tapi menyayat. Kedua, mie ayam godaan valakor, yang ini satu tingkat di atas mie ayam air mata ISMA, Mas, Mbak,"
Sikat na Kabanata