Jimat Tali Mayat
Namun yang dikejar kian menghilang, tampak jejak, sebagaimana tadi tidak sekalipun terlihat.
“Astaghfirullah ... ya, Allah!” seru laki-laki perlente itu begitu membuka mata dan menyadari kenyataan sesungguhnya. “Rupanya hanya sekedar mimpi,” gumam sosok itu kembali. Tidak lain adalah Juragan Juanda. Dia mengucek-ngucek kelopak mata sesaat, lantas menoleh ke samping, pada Sumiarsih istrinya. Perempuan itu tampak asyik terlelap, tenang memejam mata sebagaimana biasa. Bukan hanya malam itu, melainkan jauh sesudah kematian Sukaesih beberapa bulan lalu.
Bab Populer