Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Sambil tetap tenang, Adrian menjelaskan fakta material bangunan untuk menenangkan Amara. “Pintu kamar Ibu terbuat dari kayu jati solid setebal lima sentimeter. Tenaga fisik Pak Doni nggak bakal sanggup menghancurkan pintu itu tanpa alat berat. Ibu aman di dalam sana selama pintunya tetap terkunci rapat.” Penjelasan logis itu sedikit banyak menurunkan tingkat kepanikan di otak Amara. Sambil menyandarkan punggung ke dinding, dia menatap daun pintu yang masih digedor dari luar.
10106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

Tampaknya dia masih sangsi dengan apa yang di lihatnya, dia masih tak percaya, tangannya membuka ponsel yang sedari tadi ia genggam, di cocokkan nya lagi alamat yang ia dapat dari salah satu kaki tangannya. Dan alamat itu benar karena di tembok dekat pintu tertempel nama dan alamat lengkap, yang terbuat dari hiasan kayu. Sama seperti yang tertera di layar ponselnya. Pak Dimas melangkah mendekati pagar, dan membukanya dengan mudah karena ternyata tak terkunci. Dengan mata masih memperhatikan sekelilingnya. Pak Dimas melangkah masuk mendekati pintu rumah yang terdiri dari dua daun pintu bercat putih.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
ALASAN SUAMIKU MENDUA

ALASAN SUAMIKU MENDUA

Pintu yang terbuat dari plat besi membuat Aiman bisa melihat ibunya mendekat dan membukakan pintu untuk mereka. Setiap pintu yang berbatasan dengan luar ruangan semua digandakan dengan pintu plat besi. Harapan sang pemilik rumah supaya lebih aman. Dan saat siang hari daun pintu kayu bagian dalam selalu terbuka jika ada penghuni rumah. "Assalamu'alaikum, Bu," sapa Tiara santun saat melihat ibu Ana memutar anak kunci. "W*'alaikumsalaam," jawab Ibu Ana. Tangannya masih sibuk memutar gagang pintu dan membukanya untuk mereka berdua.
10104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
Kembalinya Mama Muda Kaya Raya

Kembalinya Mama Muda Kaya Raya

Tunjuknya pada sebuah pintu berwarna coklat tua dengan ukiran yang Thea tak tahu apa itu. "Pintu ini menggunakan sistem pin, kode masuknya adalah 4-2-6-8-1-3 jangan lupakan hal itu!" serunya kemudian melangkah masuk setelah membuka pintu tersebut. Hal yang pertama kali Thea lihat adalah sebuah kasur berukuran besar dengan warna putih yang mendominasi, barang-barang yang berada di kamar ini tak berbeda dengan kamar manusia pada umumnya. Hanya saja ukurannya sangat luas dengan beberapa interior tambahan.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
Wanita Incaran CEO Arogan

Wanita Incaran CEO Arogan

Pintu pagar lipatnya yang berbahan aluminium pun tampak tertutup rapat tanpa celah. Debby keluar dari mobil untuk membuka sebagian pintu pagar yang didominasi warna cokelat tua dan cokelat muda itu. Tiga daun pintu didesain supaya membuka ke sisi kiri dan tiga lainnya membuka ke sisi kanan. Secara berselang seling, masing-masing permukaan daun pintu berwarna cokelat muda tersebut memiliki motif pohon bambu dan garis-garis vertikal.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
TRUE LOVE BEAST HUSBAND

TRUE LOVE BEAST HUSBAND

Tangan bekas ikatan itu, di pijat-pijat pelan olehnya. Pintu masuk itu, terdiri dari dua daun pintu yang berukuran cukup besar dan berwarna coklat tua karena berasal dari kayu jati tua, yang di beberapa bagiannya ada ukiran yang terukir dengan indah. Di samping rumah itu dibiarkan gelap, sedangkan bagian depannya disinari lampu, yang tidak begitu terang, dan sama sekali tidak ada kursi di sana.
9.911.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Maka dengan keyakinan yang sedikit goyah, Ben melangkahkan kaki menuju pintu depan. Sekilas, pintu rumah mantan mertuanya itu masih terlihat sama seperti yang ia ingat. Akan tetapi, jika dilihat dengan lebih teliti, detail pada kenop maupun daun pintu ada yang berbeda. Ada ukiran tipis di sana yang berkilauan dan membuatnya terlihat lebih mewah. Ben menekan tombol di samping layar kecil di dekat pintu, tetapi tidak kunjung ada respons. Ia lantas mengetuk pintu dengan kepalan tangannya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

keraguannya di antara ia harus pergi saat ini juga ataukah ia tetap mengusir mahkluk itu. “Sepertinya mala mini aman mbak,” jawabnya dengan tenang. “Kreeettt” Sapto membuka kamar kecil itu. Ia mendorong sekuat tenaga pintu yang sudah karatan itu. Berbeda dengan pintu lainnya, pintu ini sangat berat. Pintu ini terbuat dari gabungan baja dan kayu. Entah untuk tujuan apa pintu ini dibuat berbeda. Namun, yang pasti saat ini, pintu itu sudah membuka celahnya sedikit, cukup untuk sebelah badan masuk.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
PIL KB MILIK IBU MERTUA

PIL KB MILIK IBU MERTUA

"Di sana." Anggara menunjuk sayap kanan rumah, di mana di sana ada terlihat pintu ganda dari kayu jati, dengan ukiran bunga dan burung yang Naira tidak yakin itu burung apa. Melihat besarnya pintu, Naira bisa mengira bagaimana luas dan besarnya kamarnya nanti. "Aku mau minta izin," ucap Naira masih dengan kepala sedikit menunduk dan arah tatapan ke bawah.
1024.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 758 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
Perjanjian Darah Keluarga Atmaja

Perjanjian Darah Keluarga Atmaja

Disamping hari sudah malam ditambah dengan badan yang lelah, mereka juga sudah tak memiliki pilihan lain selain "Nerimo Ing Pandum." Pak Karsa melangkah lebih dulu mendekati pintu utama rumah itu yang berupa dua daun pintu dengan handle yang terlihat sudah berkarat di sisi keduanya. Ia merogoh saku celana lalu mengeluarkan segerombolan anak kunci dan memasukkannya ke dalam lubang. Ceklek .... Kriettt ....
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai model daun pintu 2
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status