Raina
ujar Tante Venna dengan nada berharap.
“Iya, Tan. Raina usahain ya,” jawabku merasa serba salah.
Tiga puluh menit berlalu, acara inti akan segera dimulai. Aku dan Ghina menyewa MC untuk mengatur jalannya acara. Sementara aku menyerahkan sepenuhnya ke Ghina untuk berorasi di depan para tamu yang hadir. Public speaking Ghina tidak perlu diragukan lagi, dia aktif dalam organisasi kampus. Sementara aku lebih sering nonkrong di kantin daripada nongkrong di ruang organisasi. Pantatku cepat panas kalau mendengarkan ocehan-ocehan ketua pada saat rapat organisasi.
Hot Chapters