Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Ibu Susu Bayi Kembar CEO

Menjadi Ibu Susu Bayi Kembar CEO

Ia membiarkannya jatuh, tanpa diseka. "Semua ini gara-gara Ayu, Mak," tukas Indri dari balik dapur. Nada suaranya tajam, nyaris seperti tuduhan. "Dia wanita penghancur segalanya." Belum sempat Mak Ti menjawab, suara langkah tergesa terdengar dari arah tangga. Mereka menoleh serempak. Laura muncul dengan hanya mengenakan lingerie, rambutnya acak-acakan, napasnya tersengal seperti habis berlari. Ia berhenti di anak tangga tengah, memicingkan mata ke arah televisi.
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 233 Times as monkart laura
Read
+Library
Raina

Raina

ujar Tante Venna dengan nada berharap. “Iya, Tan. Raina usahain ya,” jawabku merasa serba salah. Tiga puluh menit berlalu, acara inti akan segera dimulai. Aku dan Ghina menyewa MC untuk mengatur jalannya acara. Sementara aku menyerahkan sepenuhnya ke Ghina untuk berorasi di depan para tamu yang hadir. Public speaking Ghina tidak perlu diragukan lagi, dia aktif dalam organisasi kampus. Sementara aku lebih sering nonkrong di kantin daripada nongkrong di ruang organisasi. Pantatku cepat panas kalau mendengarkan ocehan-ocehan ketua pada saat rapat organisasi.
109.9K viewsOngoingAdded to Library 396 Times as monkart laura
Read
+Library
LALI

LALI

Dewa melempar kaos yang tegeletak di sandaran kursi yang di duduki Dewa. “Kesambet mbahmu.” Harun melempar balik kaos yang Dewa lemparkan. “Pak Mandor dan lainnya apa kabar?” Harun lebih antusias ketika membahas proyek. “Kamu sering di tanyain sama janda ayu.” Dewa tertawa dengan kerasnya. Harun memasang wajah kecut. Di tanya apa di jawab apa sama Dewa. Dewa semakin menertawakan Harun dengan keras smelihat ekspresi yang Harun berikan.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 241 Times as monkart laura
Read
+Library
Sebelum Kita Bercerai

Sebelum Kita Bercerai

kata oma Ambar sumringah. Maura tersenyum dan mengalihkan tatapannya pada Laura. “Mama Laura, selamat ulang tahun,” ujar Maura sambil menyodorkan hadiah yang telah disiapkannya. “Makasih, Sayang,” kata Laura sambil menyambut Maura dan mencium pipi kiri dan kanannya, menerima hadiah dari Maura. “Mana Dewangga?” “Mas Dewangga lagi ngobrol-ngobrol dulu sama kenalannya, Ma,” jawab Maura sambil menatap ke arah Dewangga yang tengah mengobrol dengan beberapa orang sambil sesekali tersenyum kecil.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as monkart laura
Read
+Library
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

sahut Laura dengan senyum tipis yang nyaris profesional. Ellena mengangguk singkat lalu menyunggingkan senyum tipis. "Iya, Kak Laura." Keduanya kemudian masuk dalam lift. Pintu menutup dengan bunyi halus dan angka lantai mulai naik satu persatu. "Oh iya," Laura menoleh pada Ellena. "Pak Reon dan Vino lagi di Monako, jadi saya yang ditugaskan untuk memegang tanggung jawab operasional harian sampai Pak Reon kembali."
108.4K viewsCompletedAdded to Library 318 Times as monkart laura
Read
+Library
Cinta Terlarang, Anak Tersembunyi

Cinta Terlarang, Anak Tersembunyi

Para mahasiswa itu terdiam, tidak menyangka Laura—putri keluarga Kingston yang terkenal cukup kaya dan berpengaruh—tiba-tiba turun tangan membela seorang yang mereka anggap “tidak selevel” Laura menatap mereka lebih tajam lagi, rahangnya mengeras, seolah siap memarahi siapa pun yang berani bicara lagi.
1020.0K viewsCompletedAdded to Library 758 Times as monkart laura
Read
+Library
KARMA MERTUA

KARMA MERTUA

Mas Daru menghela nafas. "Kata ibu uangnya juga nggak sedikit, ada sekitar 3 juta. Coba kalian ingat-ingat mungkin ada orang masuk sini dan kalian nggak tahu atau tidak?" "Nggak mungkin, Mas. Aku jaga ibu kemarin dan nggak keluar rumah kok," kata Intan. "Apa? Kenapa semua melihatku? Memangnya aku yang ngambil?" Rita mendadak emosi karena Mas Daru dan Intan refleks melihatnya bersamaan setelah Intan memberi penjelasan bahwa dia bukan pelakunya.
915.1K viewsCompletedAdded to Library 468 Times as monkart laura
Read
+Library
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

Kini, wanita itu menagihnya. Laura menggesekkan buah melonnya ke punggung Sakti. Kali ini dia memakai lingerie warna merah muda. Tanpa mengenakan BH dan celana dalam. Bahkan pundaknya terbuka. Cincin yang dipakai Sakti bersinar. Seolah memberikan asupan energi buat Sakti. Gesekan tubuh Laura seperti bateri pada tenaga Sakti.
106.5K viewsCompletedAdded to Library 254 Times as monkart laura
Read
+Library
LAILA

LAILA

Jawab Wira. "Kamu belum jawab pertanyaan pertamaku. Kamu punya kemampuan apa saja?" Tanyaku lagi semakin penasaran. "Aku bisa mengeluarkan sebagian rohku melalui mata kanan ini. Jadi aku bukan hanya bisa melihat makhluk halus tapi juga bisa menyentuhnya dengan rohku." Ucap Wira sambil memegang mata kanannya.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as monkart laura
Read
+Library
Miss Montok

Miss Montok

“Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!” Rasanya mau marah, tapi memang kenyataan. Kalau mau berpikir positif, masih untung aku dijuluki 'Miss Montok'. Soalnya konotasi 'montok' lebih cenderung ke padat berisi, daripada 'gendut' yang terkesan melecehkan.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 372 Times as monkart laura
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status