DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
Tangannya terulur, menyentuh kepalaku dan mengusapnya.
Aku hanya bisa menatapnya. Suaraku rasanya tertahan untuk berbicara.
"Kandungan kamu lemah, Chi. Kalau kamu begini terus, kami semua khawatir kandungan kamu gak bisa bertahan. Kamu kuat, Chi. Ada mama dan Papa bersama kamu. Jangan kamu pikirkan apapun lagi. Mama tahu ini berat buat kamu, tapi hidup harus terus berjalan dan bayi kamu sangat membutuhkan kamu. Kalau kamu menyerah, pasti bayimu juga ikut menyerah," ucap Mama sambil menggenggam tanganku.