Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Juga Keturunan Jenderal

Aku Juga Keturunan Jenderal

Jennifer melambaikan tangannya, "Aku mau yang tercepat. Kuharap kuda ini bisa menumbuhkan sayap dan terbang ke Simir. Nyonya, tolong jangan melihatku seolah aku sangat lemah. Sebenarnya aku ini benar-benar bisa menanggung penderitaan." "Baiklah kalau begitu." Intan mengambil tas dan mengeluarkan manisan buah kering yang disiapkan oleh Mutiara. Setelah menemukan beberapa buah plum kering, dia berkata, "Cepat dan kulum satu di mulut. Itu akan membuatmu merasa lebih baik." "Terima kasih!" Jennifer mengambil satu dan memasukkannya ke dalam mulut. Rasa asin dan asam menyebar di dalam mulut yang memang menghilangkan rasa mualnya.
10190.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai mulut kedutan
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Arumi Nasha
baru mulai baca dari author ini, memang lagi nyari² novel begini. Krena saat ini lagi baca mayor jendral joka yg masih on going. sambil nungguin updatenya tiap hari, jadi kesini dulu... mantapp Thor ... ada karyawan baru kah ???
Baca Semua Ulasan
Kutukan Liontin

Kutukan Liontin

Setiap ototnya menegang, siap meledak dalam gerakan mematikan. "Hei, anak kecil! Kau tidak takut padaku, huh?" gertak pria besar itu lagi, suaranya menggelegar seperti guntur. Ia menyeringai lebar, sengaja memamerkan sebuah liontin perak yang tergantung di lehernya, berkilauan dengan ukiran huruf D/1.
645 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

Narti memegangi dada yang sesak, efek lari jarak pendek dari Paviliun Kantil ke Paviliun Melati. “Apa? Katakan?” Ndari meriah tangan Narti dan menggoyangnya. “Yang Mulia, di Paviliun Kantil hamba menemukan kunyit segar dan madu. Jumlahnya sangat banyak.” Tangan Narti membentuk lingkaran besar. Informasi yang baru saja keluar dari mulut si dayang membuat senyum di wajah Ndari memudar. Tak ada lagi mata yang berbinar, yang ada hanya emosi yang membuncah.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusakanya di balik sarung merespon otomatis akibat sisa khasiat jimat semut rangrang kakek, kembali tegak lurus membara mendongkrak sarung jadi menonjol raksasa. "Aduh... PDKT jangan di depan mata Mas Madun dong, malah dipamerin tiga pasang gunung kembar begini! Tapi maaf Mbak-mbak, Madun tetap pegang teguh sumpah tobat dari persetubuhan haram meski kalian ganti target buruan!" raung Madun bariton menggelegar penuh wibawa jantan.
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Mandul, Lalu Dikhianati

Mandul, Lalu Dikhianati

"Dia cuma salah mengatur suhu air waktu buat susu formula." Ibu mertuaku membantunya berdiri dengan penuh perhatian. "Kenapa kamu berlutut lagi? Kamu itu ibu anak ini. Kamu nggak perlu terlalu tunduk padanya." Kemudian, dia menoleh ke arahku dan membentak, "Jangan kira aku nggak tahu niatmu. Kamu memang menindas mereka! Kuperingati kamu, kalau sampai aku tahu kamu melakukannya lagi, aku akan langsung suruh Alden menceraikanmu!"
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Bab 5: Tukang Cukur dari Alam Gaib --- Desa Kalibungkus perlahan mulai bernapas lega setelah insiden Kuntilanak Merah ditutup secara damai—atau setidaknya secara absurd namun efektif. Namun, kehidupan di desa itu tak pernah sepenuhnya tenang. Sebab, seperti kata pepatah lama warga Kalibungkus: "Kalau satu setan pergi, biasanya yang lain sedang antre."
870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

seru Damar bebal membuat Mutia menjadi gemas. Ingin sekali rasanya dia menendang Damar sekuat tenaga agar Damar melepaskan kedua kakinya. Tapi Mutia tidak melakukannya. Entah kenapa dia merasa tidak berperikemanusiaan sekali jika menendang mantan suami nya itu. Mutia menghela nafas. "Lepaskan kakiku atau aku akan menendang mu dalam hitungan ketiga, Mas!" seru Mutia mengultimatum. Akhirnya kesabaran nya habis sudah.
824.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Cinta Berbalut Dendam

Cinta Berbalut Dendam

sahut Cynthia cuek. Normi, Silo, Bonar dan yang satunya agak kalem bernama Dwi langsung tertawa ngakak. Radin mau tak mau ikut tertawa mesem dengar celutukan Cynthia. “Enak juga ya Urang Utan itu bisa liat Cynthia mandi, jangan-jangan pas mandi Cynthia ga pake apa-apa ya, sehingga Urang Utan itu sampai tegang begitu!” celutuk Radin, namun tiba-tiba dia kaget karena pahanya di cubit keras Cynthia.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

Matun hanya bisa mengerjapkan mata beberapa kali. "Dan ini." Mak Katijah mengangkat kendi yang ia pangku. "Adalah penawar untuk menyembuhkan sikap Hadi yang sedang berselingkuh. Terimalah, Tun." Mak Katijah kembali mengulurkan kendi itu pada Matun. Ia menatap ragu apa yang ada di tangan sang mertua. Sejujurnya, ia tidak percaya dengan yang namanya dukun. "Cepat ambil."
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
JANGAN NGAKU CANTIK

JANGAN NGAKU CANTIK

Murti membaca chat line dari suaminya. "Flower, sudah sampai suamiku di lobby Aku pulang dan makasih ya." ia pun bersiap-siap, Flower anggukkan kepalanya. "Flower, aku bawa minumnya ya." pintanya. "Nanti ambil saja di kulkas Mur." ia menghentikan langkahnya di depan lemari es nya, ia membukanya lalu Murti mengambil dua kaleng larutan penyegar rasa leci, jeruk dan buah apel dua.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai mulut kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status