Sisa Cahaya di Jalan Gelap
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia percaya bahwa cahaya masih ada, bahkan di jalan yang gelap.
Malam itu, di ruang tengah wisma yang pengap, Ratri duduk melingkar bersama Dewi, Asih, dan beberapa teman lainnya. Bau rokok bercampur parfum murah memenuhi udara. Tapi untuk sekali ini, suasana lebih tenang tidak ada tawa keras atau musik dangdut yang biasanya memekakkan telinga.
Dewi tersenyum sambil menepuk bahu Ratri. “Aku lihat kamu sering pergi sama pria itu. Kayaknya dia beda, ya? Matamu saja kelihatan lebih hidup belakangan ini.”
Bab Populer