Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Tapi pertanyaan tulus. Aku mengangguk pelan. "Dulu. Waktu kuliah seni rupa. Sekarang... cuma hobi sembunyi-sembunyi di gudang belakang." "Kenapa sembunyi-sembunyi?" Aku tertawa getir. "Adrian bilang itu buang-buang waktu. Katanya bau cat bikin pusing. Dan... lukisan tidak menghasilkan uang. Dia bilang lebih baik aku belajar masak atau ikut arisan sosialita biar bisa bantu lobi bisnisnya."
760 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as my reason artinya
Read
+Library
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

"Bukan untuk klien, bukan untuk pameran, bukan untuk membuktikan sesuatu pada dunia—tapi untuk dirimu sendiri?" Pertanyaan itu menghantam Nayla dengan kenyataan pahit. Ia tak bisa mengingat kapan terakhir kali ia melukis untuk kebahagiaan semata. Bahkan saat mendirikan Studio Nara, motivasinya sudah tercampur dengan ambisi, pembuktian diri, dan kompetisi. "Aku tidak tahu," jawab Nayla jujur.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as my reason artinya
Read
+Library
Love Puzzle Painting

Love Puzzle Painting

Bu Diah pun ikut pusing meladeni masalah ini. "Hanya karena sebuah lukisan mural dia mau ngeluarin si pelaku? Gila! Nggak punya otak! Meskipun ini bukan saya yang gambar, tapi saya tetap nggak setuju! Menggambar itu seni. Sebuah kreatifitas yang harus diasah. Jadi, bukan menjadi patokan untuk menjadi aturan!" Seru Gaffar dengan bijaknya. "Ini bukan tentang nilai seni Gaffar. Ini tentang penempatan dan caranya yang salah. Kamu menggambar di arena sekolah yang belum mendapat izin dari pihak yang bersangkutan," ujar Bu Diah membela diri.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as my reason artinya
Read
+Library
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Dia suka berteori dan menebak-nebak. Aku pun bersandar tenang menghadapnya. Berasa diinterogasi. "Oke-oke. Aku ulangi pertanyaan semalam. Lo punya cita-cita," tanyanya lagi mengulang pertanyaan semalam. Interogasi dimulai. "Enggak ada, Gra ...." "Kenapa?" "Gue gak suka banyak berkhayal. Gue realistis orangnya." "Coba definisikan arti realistis menurut lo."
103.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as my reason artinya
Read
+Library
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

ucap Xander. "Iya. Aku memamerkan ada sepuluh lukisan dan aku kurang dua. Ternyata keputusan aku kemari, mendapatkan banyak inspirasi. Jadi aku bisa membuat dua lukisan tersisa." Prudence menjawab pertanyaan Xander sambil terus melukis. "Kenapa kamu memilih aliran realisme?" Prudence tersenyum. "Karena aku suka yang realistis. Aku tidak suka abstrak dan kubisme. Aku suka sesuatunya seperti apa adanya. Obyek apa adanya itu lebih menyenangkan."
103.4K viewsCompletedAdded to Library 122 Times as my reason artinya
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Lukisanmu indah sekali, tapi aku penasaran, apa yang membuatmu memilih tema kehancuran dunia?" Senja menatap kanvas itu sejenak sebelum menjawab. "Aku merasa perlu mengekspresikan perasaan-perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kadang, melukis adalah caraku untuk melepaskan semua beban dan kekhawatiran." Langit menggenggam tangan Senja dengan lembut. "Aku ada di sini untukmu, selalu. Apapun yang kamu rasakan, jangan ragu untuk berbagi denganku."
3.1K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as my reason artinya
Read
+Library
Wanita Lain Dalam Hatiku

Wanita Lain Dalam Hatiku

Kini hanya tinggal aku dan Rumi. Duh, gugup juga. Mau bicara soal apa? "Duduk dulu, Rum!" ajakku. Rumi menurut. "Katakan apa mau Tuan? Bukankah saya sudah mengabulkan permintaan Tuan untuk tidak hadir lagi di sini? Lalu apa alasan Tuan mengajak saya kembali ke rumah ini dengan beralasan bahwa Arti sedang sakit." Aku membuang napas kasar. Bingung harus menjawab bagaimana pertanyaan Rumi ini.
9.6108.3K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as my reason artinya
Read
+Library
Series Hutan Larangan

Series Hutan Larangan

“Kenapa, nggak suka di sini?” “Bukan gitu. Kamu nggak ngerti apa itu seni. Mengabadikan sebuah keindahan dalam rangkaian lukisan atau gambar. Setiap keindahan itu memiliki makna, jadi harus diabadikan supaya bisa dipandang berulang-ulang.” “Kalau gitu, coba mulai menggambar dan melukis. Perlengkapan banyak di kamar tengah. Bebas pakai.” “Bener? Nanti Mama kamu pulang ke sini, marah nggak?” Terlihat Nay begitu antusias mendengar kata Andra.
1050.5K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as my reason artinya
Read
+Library
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Aarav “Seorang Seniman tidak akan mati, Seorang Seniman tidak akan pudar. Dimana meski puluhan ribu orang menghujar dan meragukan karya saya 10 tahun lalu, namun saya bisa buktikan kesemua orang bahwa Karya saya Adalah Murni dari Tangan dan Jiwa saya saat saya melukis sesuatu di atas canvas.” Ujar Aarav. Flashback berakhir dimana Josep hanya tersenyum mendengar apa yang Salah Satu Juri itu katakana, “Aku pikir Karya Aarav merupakan Karya yang luar biasa. Dimana tidak ada lukisan sedalam itu maknanya, dan Lukisan itu juga memiliki nyawa didalamnya karena dia membuatnya dari hati yang tulus.” Ujar Juri 4
105.2K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as my reason artinya
Read
+Library
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Aku tahu, tapi aku juga capek lari terus.” Arsen menatap sahabatnya itu dengan serius. “Ai, kamu bukan pelukis yang sama seperti waktu itu. Kamu sudah bertahan sejauh ini. Itu saja sudah cukup jadi bukti kalau kamu hebat.” “Aku tahu,” jawab Aira lirih. “Namun kata tahu dan berani itu dua hal yang maknanya berbeda.” Arsen menyandarkan punggung ke kursi. “Ivory Gallery itu bukan galeri kecil. Mereka nggak sembarang nawarin comeback ke orang. Mereka selektif.”
10746 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as my reason artinya
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status