YOU AND US
lanjut Ian menatap langit biru gelap, terlihat indah sekaligus mengerikan dimata si remaja.
"Aku ingin cepat cepat kembali," ujar Ian menenggelamkan wajahnya diantara lutut, hampir menangis jika Ian tak ingat dirinya adalah laki laki.
Langkah derap kaki dari belakang membuat Ian tersentak, tubuhnya terdiam kaku, keringat dingin keluar dari dahi secara perlahan. Ian benci reaksi tubuhnya dan situasi seperti ini, menyebakan, pikir remaja itu berdecih pelan.
Bab Populer