Kelana Nirbatas
Pahlawan yang juga merupakan keturunan dari salah satu bangsawan Sunda bernama Nataatmadja ini, sudah sejak desember 2004 menjadi tokoh yang potretnya terpaku di atas uang kertas nominal dua puluh ribu.
“Di warung Ceu Ira nggak ada, Sha. Kamu beli ke warung Teh Nindi coba ya,” ungkap Bu Ani.
Teh Nindi adalah pemilik toko kelontong yang jaraknya jauh dari rumah Arsha, maka dari itu ia harus menyiapkan sepeda untuk pergi ke sana. Bersepeda di tengah hari bukanlah hal yang menyenangkan, namun Arsha tak mungkin menolak perintah dari ibunya. Ia bergegas mengambil sepeda yang paling dekat dengan pintu keluar rumah, sepeda berjok belakang.
Bab Populer