Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ruang Rindu

Ruang Rindu

sapaku setelah mengambil gitar, aku duduk di satu kursi dan menatap dengan senyum lebar di bibirku. "Aku ingin mengucapkan selamat untuk adekku yang paling ganteng, haha. Selamat atas pernikahannya dengan Nada, hehe. Nada ini dulunya di komunitas juniorku lho, dia anaknya cuek banget, dingin, tapi perhatian. Apa ya bahasa wibuny? Tsundere?" Ujarku di depan mic membuat beberapa orang ikut tertawa, aku melihat Nada tersenyum lebar dan adekku yang memelototkan mata, mungkin dia berharap aku nggak ngomong aneh-aneh.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
NODA CINTA

NODA CINTA

Suaranya bergetar, menanggung beban tanggung jawab di depan kedua adiknya. Rendi seorang siswa SMP kelas sembilan, yang kini berada dalam pelukan Wisesa sebelah kiri. Sedangkan Ingrid siswi sekolah menengah pertama, kelas delapan. Mereka memang sekolah di tempat yang sama. Anak-anak Pak Nana termasuk akur terhadap saudaranya, mereka jarang sekali berselisih seperti saudara lain pada umumnya. Maka, ketika salah satu di antara mereka terkena masalah, atau mengalami kesedihan, mereka saling mendukung, saling menyemangati.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
RINDU MENJANDA

RINDU MENJANDA

Nihil. "Ca, hapeku?" Wanita yang sedang meneguk air mineral itu langsung menyudahi minumnya, kemudian meletakkan botol mineral itu ke meja. "Kenapa, Rin?" "Kayaknya hapeku jatuh deh." "Jatuh?" tanya Cica kaget. Aku berdiri, membalikkan badan sembari melihat-lihat arah dudukan sofa. Tak ada juga di sana.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

ucap Dara. Andikha sedikit syok mendengar perumpamaan dari Dara yang menyamakan keadaan dirinya dengan k-popers. "Perumpamaanmu kenapa pas sekali sih!" Andhika yang mendengar perumpamaan dari Dara, merasa jika perumpamaan dari dara sangat pas dengan keadaannya saat ini. "Aku rasanya mau sudahi rasa ini, Dar! Tapi kenapa sulit sekali ya!" monolog Andhika.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

tanya Hendi dengan masih menggunakan nada yang begitu dingin. "Untuk menangisi lelaki brengsek yang menjadi suamimu itu?! Cihh... Menjijikkan!" Lanjutnya meremehkan. "Arin, menyesal, Bang" "Hidup Arin seperti sudah tak ada artinya lagi" "Arin merasa seperti barang bekas yang sebentar lagi akan dibuang" ungkap Arin dengan lirih disela tangisnya yang kembali pecah. "Untuk apa semua sesal itu kau rasakan? Semua itu sudah tak ada gunanya!"
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Tetapi. " YAHHHH " kami semua berteriak kecewa. Lemparanku tak mengenai target, sangat disayangkan. Lalu dengan sombongnya Billy meraih gelang kuning dan mengambil alih. " Sini biar aku yang melemparnya, aku adalah jagoannya, pasti akan menang jika aku yang melempar " Aku mengerutkan dahiku dan memutar bola mataku, sejago apa dia? Sombong sekali huh..!
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
PURA-PURA TIADA

PURA-PURA TIADA

Tanya Altaf dengan kesal. "Pakai sendal swaloww punya Dapin dulu! Kan tugas kamu paling ringan nih, ngga papa pengorbanan dikit lah! Ini juga untuk kelangsungan rencana balas den*dam pada mantan tunangan kamu itu loh!" Jelas Rina dengan menggunakan nada persuasif.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
Pesona Istri yang Dicampakkan

Pesona Istri yang Dicampakkan

Dia yang tidak memiliki apa-apa dan Rendi yang berasal dari keluarga kaya. “Jadi, menurut Mas kerja di sana itu hanya untuk mereka yang berpendidikan rendah, begitu? Mas anggap profesi mereka rendahan begitu?” Kelopak mata Rendi berkedip tiga kali sebelum dia berhasil menguasai diri. Sedikit gelagapan mendengar pertanyaan istrinya yang sedikit menyinggung perasaan. “Bukan begitu, Sayang. Maksud Mas, kan, sedikit aneh kalau seorang pemuda berparas tampan mau menjadi kuli bangunan.”
1035.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai nada rendah
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Haniocta_
Wah, mantan emang meresahkan. Kasihan sekali Maira, thor buat si Alfin menyesal karena sudah menyia"kan Maira. dan Semoga Maira bisa mempertahankan bayinya. Keren banget ceritanya. Semangat buat kakak authornya(^_^)
MyMelody
Seru. Ceritanya benar-benar menarik. Woooiii, kalian yg belum baca buku ini, ayo baca. Dijamin ga bakal nyesel. Perjuangan seorang istri dalam menghadapi berbagai badai dalam rumah tangganya. Keep up, Thor. Langsung masuk pustaka nih...
Baca Semua Ulasan
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Nadia menoleh, matanya mencariku di spion tengah, ekspresinya tidak terbaca. "Saya ingin Anda merasakan bagaimana rasanya menjadi yang terendah, yang tidak berdaya," lanjutku, "Bagaimana rasanya hidup hanya untuk melayani orang lain. Dan saya ingin Anda melakukannya dengan senyum di wajah Anda."
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
I Love You, Pak HRD!

I Love You, Pak HRD!

Nadia POV "Ih, lo makhluk hidup apa bukan sih, Nad?? Masa nggak peka terhadap rangsangan.. eh, maksud gue, nggak peka sama keadaan sekitar. Dari ekspresi Pak Rendra semalem jelas banget tau nggak kalo dia tuh naksir elu."
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai nada rendah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status