Suami Pilihan Papa
'
Aarrrrkkkkkkk
Nesa merasa kesal, bagaimana bisa ia berfikir seperti itu, terlebih kini ia benar benar merasa lelah, bekerja seharian tanpa henti, menyapu, mengepel, lap kaca, potong rumput, semua terlihat melelahkan bagi Nesa, seharusnya ia bisa menjadi model dengan wajah cantiknya hanya saja ia sadar, jika dirinya kurang cukup tinggi.
"Ngga, jangan nikah Nes, malu dong, kan udah ngeberontak."
Lagi lagi, mungkin lama kelamaan gadis ini akan terlihat seperti orang gila, berdebat dengan pikirannya sendiri di dalam angkutan yang isinya hampir penuh.
"Kiri pak."
Nesa segera keluar saat mobil angkutan itu terhenti di perempatan dekat rumahnya, saat gadis itu hendak melangkah tiba tiba suara tuk
Hot Chapters