DIKIRA MISKIN
Ibu datang dan ikut nimbrung obrolan kami, wanita yang kulitnya sudah mulai berkeriput itu duduk di samping Mbak Wiwid.
"Kakakmu itu benar, Yud. Seharusnya kamu malu kalau tidak menjadi pegawai di rumah ini. Bagaimana kamu bisa menghidupi istrimu jika masih jualan dengan hasil yang tidak menentu seperti itu," ucap ibu. Ucapannya itu sungguh mampu memporak porandakan hatiku.
Salah satu ucapan ibu yang tidak akan pernah hilang dari ingatanku adalah, "jangan pernah kembali sebelum kamu sukses."