DIPTA
Humaira hanya membalas dengan senyum malu, menundukkan kepala sebentar sebelum duduk.
Bangku di sebelahnya kosong, tapi di sekeliling, murid-murid mulai memperhatikan. Ada yang saling berbisik, menoleh ke Aira lalu tersenyum, menebar sapaan hangat. Ia mencoba menyapa beberapa di antaranya dengan lembut, menanyakan nama, dan mendengarkan jawaban mereka dengan perhatian penuh.
“Nama saya Humaira Navya Aruna tapi panggil saja saya Aira,” katanya pelan, suaranya terdengar hampir seperti bisikan.
Bab Populer