Suamiku Jadul
larang Ibu ketika aku coba cicipi.
“Kenapa, Bu?”
“Jangan-jangan buah beracun,”
Ibuku lalu membuang buah tersebut ke samping rumah. Ternyata ibunya Bang Pain melihat buah itu berserakan di jalan, aku melihat Ibu itu memungutnya kembali.
“Maaf, Bu, kataku dari jendela rumah,”
“Gak apa-apa, Nak Rara, ini memang buah kampung, yang ini balakka, ini haramonting,” kata Ibu tersebut.