Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

16. Dua Pahlawan Kesiangan "Kok jongkok di sini?" "A-aku takut." Gangga terbata. Adam mematikan mesin motornya dan membantu Gangga berdiri. Akan tetapi, beberapa motor melalui jalan itu dan membuat Gangga kembali takut. "Kamu kenapa sih?" "A-aku ..." Belum sempat Gangga menyelesaikan kalimatnya, beberapa motor kembali melintas dan membuatnya takut. Adam pun mengajaknya ke HIMA sastra Jerman yang lebih sepi.
104.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 123 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

kata Kemuning lagi. "Jadi, siapa yang terbaik? Aku atau Taja?" Raojhin merasa memiliki saingan berat. "Tetap saja, bukan Raojhin pemenang Lontar Cinta," Lorr En menyahut. "Tetapi aku yang menang Jelajah Hutan Buah!" sahut Raojhin. "Itu juga ide dari Taja," balas Lorr En. "Aku yang memanggil Kubung!" Raojhin menyela lagi.
109.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 231 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
Perjalanan Yang Mendebarkan

Perjalanan Yang Mendebarkan

Aku yang berada di posisi belakang berpikir dalam hati, ‘kalau ini masih dalam batas yang diizinkan, mari dicoba yang lain! Aku pun mendekatkan hidungku ke punggungnya. Setelah mengendus beberapa kali, aku menggeser posisinya ke arah tali bra, mengusapkan hidungku di sana beberapa kali, lalu mengendusnya lagi. Setelah itu, aku diam-diam mengirimkan pesan, [Tante, badanmu wangi sekali!] Rasanya seperti menunggu selama satu abad sampai dia membalas pesan. Aku sempat agak kecewa, tapi nyali nakalku belum mati. Bagaimanapun, dia tak menghindar atau memprotes, ‘kan?!
12.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 505 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

' Dari atas terdengar suara keras, “Aaargh!“ Seorang pria penuh luka mendarat di depan Rarang, dia melihat ke arah Rarang, “Nyai. Kita tinggalkan saja tempat ini!“ Rarang mengangguk ringan, dia masih berusaha menopang tubuhnya yang terhuyung. GROAAR!! Harimau angin mengaum di atas gundukan batu, seorang pria tua terkapar lemas di bawah cakarnya yang besar.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 61 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Ucapan Luna seperti tawaran bekencan. Luna menyerahkan sepiring nasi goreng itu dan disambut Jim dengan semangat. "Baguslah." Jim mulai menyuap, luar biasa enak. Tangan kecil itu tak hanya terampil bekerja tapi pintar memasak. "Kau tak lagi menggunakan kursi roda?" Jim menggeleng. "Kakiku baik-baik saja, kemaren hanya untuk berjaga- jaga. Ditambah dengan omelan ibu yang memperlakukanku seperti bayi. Seharusnya dari dulu dia begitu padaku."
1023.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 715 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

“Indah, begitu berarti dari nama-nama negara itu. Banyak arti yang ada di sana,” “Ayo menyebrang.” Andromeda masih tak melepaskan tangan Kejora barang sebentar saja. Dia memilih untuk menggandengnya sampai mereka tiba di tujuan. Keduanya berjalan di sisi terowongan. Di mana ada kutipan sang sastra pujangga yang memuji Bandung. “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” Kejora mengeja kutipan indah itu.
1053.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Dia sibuk merangkai janur yang akan dipasang di simpang jalan sebelum masuk gang rumah kami. “Kenapo, Her?” Aku duduk di sebelahnya. “Payah betul, Ra. Tolonglah. Cepat selesai, cepat balek. Aku dah penat ni.” Heri memasang wajah memelas. Aku mengangguk dan membantunya merangkai janur. Aku dan Heri mengobrol ringan mengenai teman-teman kami yang satu persatu melepas masa lajang. Menebak-nebak setelah ini siapa lagi yang akan menyusul.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 298 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
Sang Penguasa Tak Terjamah

Sang Penguasa Tak Terjamah

Jolly terisak menangisi kondisi dengan dua jari terpotong Radhis bejongkok dan bertumpu satu lutut di lantai menarik muka Jolly menghadapnya, “ingat jangan sampai kau beri tahu siapa aku atau apa yang terjadi kepada siapapun, jika tidak maka bukan hanya jarimu, tapi nyawamu bahkan nyawa keluargamu akan melayang”
7.92.0M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 78.9K Beses bilang narrative text roro jonggrang
Ipakita ang mga Review (429)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Bertus Zoeckutius Ruanus
judulnya "PENGUASA TAK TERJAMAH", WOW..hebat judulnya namun....biasanya novel² yg menjiplak novel cina selalu tokohnya digambarkan hebat tapi goblok didepan istri dan keluarganya bahkan walau sdh bercerai. Cerita yg begitu itu akibat pengarang atau penjiplaknya juga goblok...dan membuat pembaca mual
Basahin ang Lahat ng Review
Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Namun, roh Bondowoso justru semakin mengencangkan cengkeramannya, memaksa kekuatan penghancur candi itu meledak dari tubuh Juningrat Nyoman yang menonton dari pinggir arena berdiri dengan rahang mengeras. Tangannya mengepal erat hingga kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Ia bisa merasakan bahwa jiwa Juningrat sedang menjerit kesakitan. "Rara! Dia tidak ingin bertarung! Dia dipaksa!" teriak Nyoman. Mbah Ajeng di tribun VIP tampak sangat serius. "Kutukan seribu candi.. Keluarga bangsawan itu benar benar gila karena memaksa titisan Roro Jonggrang untuk kembali bersatu dengan pembunuhnya.."
10627 viewsOngoingIdinagdag sa Library 14 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
Seserahan Kebo Gerang

Seserahan Kebo Gerang

Isi perut Puput terhambur bersama dengan bakal bayinya. Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Jerit orang yang melihatnya melengking panjang. Piring yang dipegang Narsih tiba-tiba terjatuh. "Mbak! Mbak Narsih! Puput Mbak! Puput!" "Puput? Ada apa dengan Puput?" Narsih berlari, di luar rumah sudah penuh dengan lautan manusia. "Pupuuuuuuuuuuut! " Langkah Narsih terhenti, ia berteriak histeris sebelum akhirnya jatuh pingsan.
481 viewsOngoingIdinagdag sa Library 10 Beses bilang narrative text roro jonggrang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status