Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

Arghhhh, udahlah pikirin nanti aja itu, batinnya. “Oke, kita coba tidur lagi sekarang.” Katanya pada dirinya sendiri. Alex menekan tombol play di Ipod dock speaker miliknya. Terdengar suara alunan Sonata No.8 Pathetique in C Minor. “Gila. Bahkan lagu pun seakan membaca pikiranku.” Seraya berteriak kecil dan membenamkan wajahnya ke bantal dengan posisi tengkurap. Alex berdiri lagi dan menekan tombol next dan terpasanglah My Songs Know What You Did In The Dark. Alex tersenyum dan kembali berselimutan. Hanya Alex, wanita yang bisa tidur, dua menit kemudian, dengan musik rock sebagai nina bobo-nya.
84.8K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as night edge
Read
+Library
AFTER ONE NIGHT STAND

AFTER ONE NIGHT STAND

Tampak Karmila tertidur kembali. Sinar mentari menerobos masuk lewat celah-celah jendela, menerpa dua tubuh yang terlelap di atas pembaringan. Tubuh Nadio mendekap erat tubuh Karmila. Karmila tampak tidur tenang dalam dekapan Nadio. ‘Tok … tok … tok’ “Den Nadio … sudah siang, Den.” Suara ketukan pintu serta sebuah panggilan terdengar dari luar kamar.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 374 Times as night edge
Read
+Library
Hot Night With Boss

Hot Night With Boss

Buru-buru Cristopher mengambil remot dan mematikan televisi. "Lho, kok mati?" tanya Yuki. "Apaan sih. Kok nonton begituan," kata Cristopher. "Apanya yang apaan? Namanya juga film. Kayaknya film rating 21+ sih. Hehe," jawab Yuki. "Masih sempat ya nyengir gitu. Dasar," kata Cristopher. "Sudah nggak ap-apa. Ayo nyalain lagi. Aku mau lihat," kata Yuki.
1060.3K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as night edge
Read
+Library
Dream On

Dream On

Memikirkan hidup dalam jeruji besi membuat tubuhnya gemetar seperti orang kerasukan setan. Arwah Edo melayang di atas tubuhnya yang ditangisi oleh Marleni, saat itulah dia sadar bahwa bibinya sangat sayang padanya. Dia lalu menatap ke atas, ada sebuah cahaya terang yang menariknya ke atas. Rohnya terus melayang semakin tinggi menembus atap rumah sakit dan melewati awan. Edo memejamkan matanya, saat membuka matanya dia sudah berada di sebuah tempat yang sangat damai, langitnya berwarna biru gelap seperti fajar dan ada sebuah pohon yang sangat besar di batas cakrawala.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as night edge
Read
+Library
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

Ia mengucap doa dalam hati bahwa ia tak akan mengecewakan Eleanore lagi. Ele mengerang dalam tidurnya. Ia melepaskan rangkulannya pada leher Van dan menariknya ke atas. Gadis itu kembali menggeliat. Dengan perlahan-lahan, bulu mata lentik itu mulai terbuka, menampilkan obsidian kembar indahnya yang kosong tak bercahaya. “Good morning, Ele.” Ele mengerjap beberapa kali sebelum mengangkat kepalanya memandang Van.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 206 Times as night edge
Read
+Library
NODA DI MALAM PERTAMA

NODA DI MALAM PERTAMA

Zidan berada dalam gendongannya tengah menikmati lolipop di tangannya. "Ada apa, Ratih?" tanya Delon terkekeh-kekeh. "Apa kamu akan menghentikan pergerakanku lagi?" tanya Delon lagi. Nissa yang melihat mereka dari jendela kaca kamarnya tampak jelas tengah berbincang. Sepertinya pembicaraan mereka sangat serius, membuat dia bergerak untuk melihat keduanya dari dekat. Wanita itu cepat turun dari tangga, lalu terdiam di balik pintu yang sengaja bukanya. Merasa jika keberadaannya di sana tidak aman Nissa mengambil posisi ke garasi mobil yang letaknya nyaris dekat dengan keberadaan mereka. Dia berjalan lewat belakang sehingga tidak diketahui sama sekali oleh Bi Ratih ataupun Delon.
11.6K viewsCompletedAdded to Library 464 Times as night edge
Read
+Library
THE ODD EYE HAS FALLEN

THE ODD EYE HAS FALLEN

hal yang tidak diinginkan itu terjadi. Suatu hari di perbatasan kerajaan, ditemukan mayat seorang penduduk kerajaan Verstellar yang mati dengan bekas gigitan di leher. Sejak saat itu, tak hanya kerajaan Verstellar saja, tapi seluruh bangsa manusia yang mengetahui isi perjanjian leluhur—mendeklarasikan perang melawan bangsa vampir.
9.84.9K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as night edge
Read
+Library
Black Shadow

Black Shadow

Dia melihat sekeliling rumahnya gelap, hanya lampu dari luar yang merambat masuk ke celah jendelanya. "Mmmhhh." Yuna menggeliat manja, dia meraih ponselnya di atas nakas. Dilihatnya jam telah menunjukkan pukul 8 malam. "Akkkhhh sial," umpatnya dan bangkit. Yuna pun gegas turun dari kontrakan barunya untuk mencari makanan. Berjalan menyusuri gang-gang kecil, dengan sorotan lampu jalanan yang sedikit redup, dan mengerjap. Tiada rasa takut dalam dirinya akan terjadi bahaya yang menimpanya.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as night edge
Read
+Library
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as night edge
Read
+Library
Midnight In Manhattan

Midnight In Manhattan

Matahari pagi menyelinap pelan melalui jendela apartemen Nara, menembus celah tirai putih yang melambai lembut tertiup angin dari pendingin ruangan. Di atas sofa ruang tamu, Nara masih duduk dengan tubuh memeluk lututnya. Rambutnya berantakan, matanya sembab. Ia belum tidur. Bara telah pulang satu jam lalu. Bukan karena diminta, bukan karena pertengkaran—tetapi karena mereka sama-sama takut.
10704 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as night edge
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status