กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Ia memberikan buku menu dengan cover yang begitu tebal. Sea melihat-lihat, tetapi ia asal menunjuk minuman berjenis kopi yang belum pernah dicobanya. Sembari menunggu minumannya diantar, ia bersandar di sofa single berwarna biru yang sangat empuk. Matanya menatap layar ponsel pintar miliknya dan berselancar di beberapa akun media sosialnya. Ia juga dengan jelas mendengar percakapan antara pria dan klien yang duduk di belakangnya.
9.714.5K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 420 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
Asisten Tuan Angkuh

Asisten Tuan Angkuh

seru Lisa dengan raut mengejek. Gadis itu berceloteh,dan tangannya meraih gelas minuman yang diberi Thea. "Iuh, pahit banget! kamu mau ngasih minum apa racun!" gerutu Lisa mengernyit. "Oh, itu kopi robusta. Baik loh buat ngilangin kantuk," ucap Thea tersenyum puas. Sebenarnya dia sudah berencana untuk membeli satu kopi pahit yang akan ia sajikan kepada gadis itu.
1015.1K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 453 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
Love of My Life

Love of My Life

Kebodohan memang tidak mengenal status bukan? "Kopi saya masih sama seperti dulu ya, OG yang namanya nyontek nama beras. Hitam pekat tanpa pemanis buatan. Jangan seperti waktu dulu. Kamu mencampurkan garam alih-alih gula." Sebuah suara bariton menyapa pendengarannya. Denver Delacroix Bimantara. Sepertinya Denver telah mengenalinya dan mengikuti hingga ke pantry ini. Kepalang basah, nyebur aja sekalian.
9.921.5K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 731 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
Janji Sebelum Rasa

Janji Sebelum Rasa

Rey bangun dari duduknya dan pergi ke kamarnya. Bi Inah hanya menganggukkan kepalanya. Ia sedikit ragu mendengar permintaan tuan mudanya. Setahunya, tuan mudanya tidak suka kopi. “Aku buat dua aja lah, kopi hitam dan teh hijau,” gumam Bi Inah sambil berjalan menuju dapur. “Maaf, Den, lama ya? Tadi bibi pikir Aden mandinya bakal lama." Bi Inah menaruh nampan berisi kopi hitam dan teh hijau.
1.7K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 38 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Entah kenapa, aroma kopi itu masih tertinggal, seolah mengikat kehadiran pria itu di sekelilingnya. Tok… tok… Suara ketukan pelan dari pintu depan cafe membuatnya menoleh. Sudah bisa ditebak siapa orang pertama yang muncul di pagi Ubud seperti ini. Daniel berdiri dengan senyum canggung namun hangat, membawa dua gelas kopi yang masih mengepul dan sebuah kamera tergantung di lehernya. “Pagi.” Suara baritonnya lembut, sedikit serak, mungkin karena kurang tidur juga.
1.2K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 29 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

Pikirnya, kenapa tiba-tiba banyak pelangan pria, baik mahasiswa maupun ojol yang pick up kopi di kedainya hari itu bersikap tidak normal. “Teh, boleh pesan?” seorang mahasiswa yang sepertinya seangkatan dengan Riang muncul jadi orang kesekian yang bersikap aneh saat memesan kopi Khaira. Senyum dikulum, curi-curi pandang pula, ‘Fix kesambet nih pemuda,’ pikir Khaira. “Mau pesan apa?” Khaira bertanya dengan tegas. “Pesan calon istri yang kayak Teteh, bisa?”
1011.7K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 349 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่านรีวิว (85)
อ่าน
+ห้องสมุด
Eneng Susanti
Hai, saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang sudah berkenan mampir ke laman ini. semoga berkenan membaca dan mereview cerita Khair dan Khaira. Jika suka, semoga berkenan untuk vote dan merekomendasikan cerita ini kepada yang lainnya. sekali lagi, terima kasih ...
Gideon Budiyanto
Romance religi yang dituliskan dengan sangat apik. Pesannya juga dalem banget. Mantap. Kisah Khair dan Khaira mampu untuk menjadi sebuah novel religi yang sangat berkualitas. Maju terusss. Udah di masukin ke daftar pustaka biar bisa selalu ngikutin kisahnya...
อ่านรีวิวทั้งหมด
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

Cara duduknya seperti pria yang terbiasa mendengarkan. Pelayan datang. Teguh memesan kopi hitam tanpa gula. Sheza memesan teh hangat. “Terima kasih sudah mau datang hari ini,” kata Teguh setelah pelayan pergi. “Sebenarnya ini lebih ke obrolan awal. Bukan interview resmi.” Sheza mengangguk. “Iya, Pak—eh, Teguh. Saya juga berterima kasih.”
10261.9K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 5.8K ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่านรีวิว (120)
อ่าน
+ห้องสมุด
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
อ่านรีวิวทั้งหมด
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

tanya Allambe. "Kopi cap obor," jawab Hisyam. "Dari daerah mana?" desak Carlos. "Pontianak, Kalimantan Barat," terang Jauhari. "Kampungnya Emak dua huruf?" sela Juan. "Tepat sekali," jelas Yusuf. "Kalau yang di tempat diklat, namanya kopi apa?" celetuk Leon. "Cap oplet," sahut Nanang. "Emak bohay kita, sukanya kopi apa?" tanya Gordon.
101.4K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 42 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

'Ada untungnya juga ketemu Teguh, bisa fitnah tuyul lagi, seger nih, tiap hari seratus ribu,' batin Lina. "Heh, malah ngelamun, kesambet lagi nanti!" kata Purnomo. "Ibuk masih goreng kopinya, belum selesai, beli kopi sachetan dulu, mau, gak?" "Gak, ah! Seribu cuma dapat satu, mending bikinkah teh saja!" "Kebangetan, mau murah bikin kopi sendiri sana! Pelit kok sampai sumsum tulang belakang sampean itu!" gerutu Lina.
103.3K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 65 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
GADIS YANG TERJAMAH

GADIS YANG TERJAMAH

Wisnu menggandeng Lyan melewati kerumunan para pengunjung hingga sampailah pada meja yang terdiri dari beberapa orang eksekutif muda, di antaranya ada Tuan Tan. “Lyan, mendekatlah!” kata Tuan Tan. Lyan mendekat dan mencium kedua pipi Tuan Tan lalu duduk di sampingnya. “Hari ini aku menyelesaikan penandatanganan kontrak dengan Pak Toni mengenai penjualan kopi yang beliau kelola.” Tuan Tan memperkenalkan Lyan pada Pak Toni, pria yang kemarin mengajaknya minum teh ketika Tuan Tan sedang sakau.
106.8K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 204 ครั้งในชื่อ nona teh dan tuan kopi
อ่าน
+ห้องสมุด
ก่อนหน้า
1
...
5678910
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status