Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Can I Call You BABY ?

Can I Call You BABY ?

Padahal jelas-jelas aku sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan mematikan menandakan bahwa aku tidak suka atas kehadirannya. "Ibu kok gak bilang-bilang sih kalau disini ada bakso pakde." Ujar Abay pada ibu. Ibu tidak menjawab bahkan melihat Abay saja tidak. Ia hanya fokus dengan makanannya. Abay memang tahu ini adalah bakso Pakde, karena kami memang sering memesannya berdua. "Tasya? Sini ikut makan." Apa Abay kesetanan? Kenapa ia menjadi sangat keterlaluan. Aku masih tidak apa-apa jika hanya Abay yang makan karena hal tersebut sudah biasa untuk ku dan untuk ibu.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 261 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

"Karena Abang telah membuat cintaku kembali mengalir deras." "Cie ... cie ... cie ...." "Mungkin juga tukang bakso?" "Kok tau?" Entah kenapa, cuma ini dialogku. "Sebab muka Abang mirip mangkok cap ayam." "Hmmm." Seketika saja wajahku berubah kecut. Dia tertawa, lalu menutup mulutnya dengan tangan kanan. Detik kemudian, gadis dengan bulu mata lentik itu kembali bertanya, "Abang habis makan sambal kacang, ya?"
4.1K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Martabak Setan

Martabak Setan

tanya Zilga lagi dengan memencet hidungnya. “Kamu ini aneh, kalo mau beli, cepatan deh! Mumpung stok masih banyak soalnya kalo makin sore udah habis ini martabak.” Abang penjaga warung itu melengos kesal. Taklama kemudian, beberapa Ibu-ibu mulai berdatangan ke warung itu dan berebutan untuk minta dibungkusin martabak. Zilga menatap risi martabak berlumur darah tapi masih aja digemari dan anehnya, hanya dirinya seorang saja yang melihat martabak berdarah itu.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 387 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

Ibu mertua penasaran. "Iya, Bu, itu tukang bakso. Memangnya kenapa, Bu? Tidak boleh jajan bakso 'kan, Bu, mending nanti rebus singkong sama daunnya saja," komentarku atas perhatian Ibu pada klentengan suara mangkuk diketuk.
7.346.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

Berbeda dengan bokong Nyonya Vivian yang lebar dan empuk, bokong Non Adisty terlihat keras, padat, dan sangat terlatih. "Saya akui badan kamu memang berguna," bisik Adisty tepat di belakang telinga Rusdi, suaranya dingin tapi bikin merinding. "Tapi kelakuan kamu ini sudah melampaui batas. Lancang sekali kamu menyentuh Nyonya Besar padahal status kamu cuma tukang kebun."
9.7334.7K viewsCompletedAdded to Library 11.4K Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
BOS AROGAN ITU TUNANGANKU

BOS AROGAN ITU TUNANGANKU

tanya Susan ketika keduanya sudah duduk nyaman di sofa. Eliza mengangguk sambil terus menyimak pembicaraan Susan. "Point dua, Bos Besar mu yang bernama Vico itu bukan penguntit juga bukan psikopat. Tapi dialah yang mengantarmu pulang semalam." "A-apa? Bos Besar yang mengantarku pulang semalam?" Susan mengangguk cepat. Memahami keterkejutan Eliza yang masih belum mengingat apapun tentang semalam.
4.3K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

Mas Abi turun dari motor butut kami sambil menenteng bakso. “Beli di mana, Mas?” tanyaku ingin tahu. “Di depan, baksonya Wong Cilik,” katanya dengan lembut. “Nih, bawa masuk!” katanya sambil menyodorkan bakso yang mulai mengeluarkan harum khas kaldu sapi itu.
9.6236.2K viewsOngoingAdded to Library 6.4K Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Edisi Kelas

Edisi Kelas

Tidak untuk jam istirahat. “Santai aja. Nggak perlu terburu buru. Nikmati aja.” kata Ara tanpa beban. Abang tukang bakso membawa dua mangkok ke hadapan mereka. “Dua lagi mana bang?” tanya Ara. “Sabar ya.” jawab Abang tukang bakso. Menekankan dengan senyum dan nada yang kesal. Cira memelototi Ara sedari tadi tidak sabar menunggu makanan.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Wanita yang Mencintai Suamiku

Wanita yang Mencintai Suamiku

Sesak. "Mas, tolong buatin mie instan dong. Ada, kan? Kalau gak salah, ada bakso juga. Tolong ya, Mas, aku mau banget makan mie bakso buatan kamu." Terdengar helaan napas panjang dari Abyan. Lelaki itu mengangkat kepalanya. "Besok saja ya, Sayang? Soalnya perut aku sakit banget kayak mau muntah lagi." "Gak mau, pokoknya malam ini kamu harus buatin aku mie bakso. Tinggal masakin mie doang ditambah bakso, beres. Atau kamu nggak sayang sama aku?"
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Menantu Sultan

Menantu Sultan

dengus Reza, melanjutkan baksonya yang sudah tinggal setengah mangkok. Beberapa menit kemudian ia selesai menyantap bakso, bersamaan denganku. “Minta minum air es dong, Angga! Ambilin!” “Enggak ada, di sini enggak ada kulkas.” Sahut Angga santai, ia menyeruput teh panas yang diberikan tukang bakso dengan nikmat, “Ah, mertua orang kaya kok enggak punya kulkas?”
1020.2K viewsCompletedAdded to Library 768 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status