Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tunangan Bohongan si Senior Tampan

Tunangan Bohongan si Senior Tampan

Jadi, Nadira dan kedua sahabatnya bisa leluasa untuk berteriak sembari menggedor pagar yang terbuat dari bahan besi itu. Hingga panggilan ketiga, Abian datang membuka pintu pagar. Pria itu menyeringai ketika melihat wanita yang ada di hadapannya. "Akhirnya kamu ke sini, Nad. Pasti lo mau menemuiku untuk kembali padaku 'kan?" tanya Abian dengan pendapatnya sendiri. Nadira langsung melayangkan tangannya ke arah pipi kanan Abian. Wanita itu tidak banyak berbicara, langsung mengeluarkan biaya tagihan makanan tadi malam.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Kucebikkan bibirku atas ulah Abi yang semakin hari semakin menguji kesabaran. "Hemm, ambilkan aku udang!" pintanya. "Udang mahal, nggak ada udang di acara kampung." "O, ya udah lah, ambil yang ada aja," putusnya. "Bakso, rawon, sate, atau lontong sayur?" tanyaku, aku tau Abi termasuk pemilih dalam hal makanan, jadi aku tak mau dibuat repot olehnya jika harus ambil makanan lagi karena bukan seleranya.
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Baksoooo ...." Suara tukang bakso semakin lama semakin kecil. Gerobak itu sudah menjauh dari pandangan Mae. Ia menunduk perlahan. Ada sedikit rasa kecewa karena ia tidak bisa memakan bakso itu sekarang juga. Ya, Mae termasuk salah satu orang yang sangat menggemari makanan yang bernama bakso itu. "Lo mau bakso?"
107.2K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
MY CRAZY HUSBAND

MY CRAZY HUSBAND

Jawab vanya sambil memandang nata. “Jangan kakak dong panggilnya.” “Lalu.” “Terserah kamu.” “Om.?” “Kok om sih. Tua banget deh kesannya.” “Abang.?” “Kok abang. Gak ada bedanya sama abang tukang bakso.” “Mamang?’ “Mamang ujang kali ah.” “Lalu apa dong.” “Sayang juga boleh.” Kata nata dengan senyuman.
717.1K viewsCompletedAdded to Library 564 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Asisten Tuan Angkuh

Asisten Tuan Angkuh

"Bisa apanya. Dari jauh saja, aku bisa lihat kalau kau susah berjalan karena menjaga keseimbangan agar barangnya ga terjatuh." "Lagipula kenapa membawa banyak makanan. Apa kalian semua jelmaan babi?" tanya Thea berjalan disamping pria tadi. "Ini makanan yang cukup untuk kita, ditambah lagi ada tambahan orang." "Hanya saja karena ini pesan dari restoran mahal, maka pengemasannya sedikit lebih besar." "Hah? jangan bilang ini seperti makanan yang kubeli tempo hari? bungkus besar dan berat namun didalamnya hanya ada porsi 3 suap," benak Thea.
1015.3K viewsOngoingAdded to Library 429 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Darling Enemy

Darling Enemy

Di warung bakso Bang Doel, tempat nongkrong favorit mereka sepanjang masa. "Eh preman pasar, lo liat-liat dong kalo mau nyenggol. Nih liat, bakso gue sampai ngegelinding ke mana-mana, bonus hidung gue jadi pedes gila. Heran gue. Dari perawan ting ting sampai emak-emak empat anak begini, tingkah lo kagak ada lembut-lembutnya jadi perempuan. Hebat juga Akbar tahan punya bini kayak lo." Altan mencabut sehelai tissue. Membersihkan hidung pedasnya seraya menggerutu.
1021.9K viewsCompletedAdded to Library 504 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

Tapi, mau bagaimana lagi, tak ada satupun penjual bakso yang dilihatnya. "Mana lo Abang tukang bakso, Sialan?!" kesal Al. Tiba-tiba saja ponsel Al bergetar menandakan bahwa seseorang meneleponnya. Al mengangkat panggilan telepon dari sang mama dengan kesal dan marah. "Apa?! Al belum dapat Abang tukang bakso-nya! Mama jangan ganggu Al biar Al fokus buat cari Abang tukang bakso-nya!" kesal Al sebelum sang mama angkat suara.
9.77.7K viewsCompletedAdded to Library 254 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
DIKIRA PEDAGANG BAKSO BIASA, TERNYATA?

DIKIRA PEDAGANG BAKSO BIASA, TERNYATA?

Sambal, kecap, saos, juga cuka, membuat rasa bakso menjadi semakin nikmat. "Ternyata enak baksonya, rasa kuahnya juga mantap" ucap Vika, menikmati kuah bakso, hingga habis tak bersisa. "Iya, harganya juga gak mahal-mahal amat, banyak pilihannya" timpal Yani, melihat ke tulisan menu, yang di tempel di tembok. "Gak nyangka ya, tempatnya sekeren ini, ternyata harganya merakyat" ujar Fitri, mengedarkan pandangannya, ke seluruh sudut-sudut ruangan.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Suamiku Bukan Tukang Bakso Biasa

Suamiku Bukan Tukang Bakso Biasa

Ann hanya bisa mengangguk percaya, meski masih banyak kejanggalan dan pertanyaan dalam benaknya. Rumah mewah nan megah penuh fasilitas, Sena yang hanya penjual bakso tidak mungkin memilikinya. “Permisi, Tuan Muda. Makanannya sudah siap,” ucap seorang pelayan dari luar. “Tuan muda?” tanya Ann. “Kamu pasti salah dengar, aku hanya penjual bakso, Ann. Mana mungkin aku menjadi tuan muda, hahaha,” celetuk Sena.
102.9K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

beo Eca. "Iya, Ca. Bakso itu enakan yang di abang-abang pinggir jalan. Kalau di food court micinnya nggak berasa." Nissa nyengir sambil menjelaskan. Eca mengangguk mengerti, "Bener juga. Makanan tanpa micin itu kurang sedep ya, Mbak." "Nah, iya. Makanya pesen di abang-abang aja." "Ashiaappp!" Eca menyahut riang lagi. Sambil berlalu pergi dari ruangan Nissa. Mencari Isti untuk minta di antar ke tukang bakso langganan si Bos.
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status