Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tunangan Bohongan si Senior Tampan

Tunangan Bohongan si Senior Tampan

Jadi, Nadira dan kedua sahabatnya bisa leluasa untuk berteriak sembari menggedor pagar yang terbuat dari bahan besi itu. Hingga panggilan ketiga, Abian datang membuka pintu pagar. Pria itu menyeringai ketika melihat wanita yang ada di hadapannya. "Akhirnya kamu ke sini, Nad. Pasti lo mau menemuiku untuk kembali padaku 'kan?" tanya Abian dengan pendapatnya sendiri. Nadira langsung melayangkan tangannya ke arah pipi kanan Abian. Wanita itu tidak banyak berbicara, langsung mengeluarkan biaya tagihan makanan tadi malam.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Suamiku Bos Tampan

Suamiku Bos Tampan

Hawa yang sejuk menambah semangat Kinara untuk menyusuri jalanan di sekitar sana, tidak lupa dia mengirim pesan kepada Amel agar dia tidak khawatir setelah bangun karena mendapati sahabatnya tidak ada di Villa. Kinara melihat warung bakso di seberang jalan. Sejak tadi dia bingung ingin makan apa dan terus berjalan sambil mengamati setiap warung yang buka. Tiba-tiba dia tertarik ingin makan bakso setelah melihat gambar bakso di depan warung itu. Baru melangkah, Kinara tidak tahu kalau ada motor lewat dengan kecepatan tinggi. Kinara hampir berteriak namun tubuhnya di tarik seseorang dari belakang dan dibawanya tubuh mungil itu ke pelukan orang itu.
9.8102.9K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Kucebikkan bibirku atas ulah Abi yang semakin hari semakin menguji kesabaran. "Hemm, ambilkan aku udang!" pintanya. "Udang mahal, nggak ada udang di acara kampung." "O, ya udah lah, ambil yang ada aja," putusnya. "Bakso, rawon, sate, atau lontong sayur?" tanyaku, aku tau Abi termasuk pemilih dalam hal makanan, jadi aku tak mau dibuat repot olehnya jika harus ambil makanan lagi karena bukan seleranya.
1065.3K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Baksoooo ...." Suara tukang bakso semakin lama semakin kecil. Gerobak itu sudah menjauh dari pandangan Mae. Ia menunduk perlahan. Ada sedikit rasa kecewa karena ia tidak bisa memakan bakso itu sekarang juga. Ya, Mae termasuk salah satu orang yang sangat menggemari makanan yang bernama bakso itu. "Lo mau bakso?"
107.1K viewsOngoingAdded to Library 218 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
RIAN RAINA

RIAN RAINA

"Sakit lo?" "Sehat kok." "Mas, Mbak, ini baksonya." Abang tukang bakso memberikan dua mangkuk bakso pada mereka. "Berapa Bang?" "Lima belas ribu." Raina menyerahkan uang lima puluh ribu pada tukang bakso tersebut. "Bayarin sama gue sekalian, ya." Tanpa menunggu persetujuan dari Raina, Rian langsung berjalan masuk ke dalam rumah Raina.
9.352.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
You Are My Moon

You Are My Moon

teriak Anton sambil terus berlari menuju gerbang. Pedagang bakso yang sadar ada yang memanggilnya pun langsung berhenti, dan tersenyum ramah. Pria tua pedagang bakso itu terlihat sudah ber uban, tapi saat aku lihat lebih dekat, meskipun sedikit pendek, badannya itu cukup kekar. “Alan kamu mau gak?” tanya Anton. “Ah, iya mau. Pak saya gak pake pedes ya, di bening aja.”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
MY CRAZY HUSBAND

MY CRAZY HUSBAND

Jawab vanya sambil memandang nata. “Jangan kakak dong panggilnya.” “Lalu.” “Terserah kamu.” “Om.?” “Kok om sih. Tua banget deh kesannya.” “Abang.?” “Kok abang. Gak ada bedanya sama abang tukang bakso.” “Mamang?’ “Mamang ujang kali ah.” “Lalu apa dong.” “Sayang juga boleh.” Kata nata dengan senyuman.
717.0K viewsCompletedAdded to Library 559 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Asisten Tuan Angkuh

Asisten Tuan Angkuh

"Bisa apanya. Dari jauh saja, aku bisa lihat kalau kau susah berjalan karena menjaga keseimbangan agar barangnya ga terjatuh." "Lagipula kenapa membawa banyak makanan. Apa kalian semua jelmaan babi?" tanya Thea berjalan disamping pria tadi. "Ini makanan yang cukup untuk kita, ditambah lagi ada tambahan orang." "Hanya saja karena ini pesan dari restoran mahal, maka pengemasannya sedikit lebih besar." "Hah? jangan bilang ini seperti makanan yang kubeli tempo hari? bungkus besar dan berat namun didalamnya hanya ada porsi 3 suap," benak Thea.
1015.1K viewsOngoingAdded to Library 421 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Darling Enemy

Darling Enemy

Di warung bakso Bang Doel, tempat nongkrong favorit mereka sepanjang masa. "Eh preman pasar, lo liat-liat dong kalo mau nyenggol. Nih liat, bakso gue sampai ngegelinding ke mana-mana, bonus hidung gue jadi pedes gila. Heran gue. Dari perawan ting ting sampai emak-emak empat anak begini, tingkah lo kagak ada lembut-lembutnya jadi perempuan. Hebat juga Akbar tahan punya bini kayak lo." Altan mencabut sehelai tissue. Membersihkan hidung pedasnya seraya menggerutu.
1021.7K viewsCompletedAdded to Library 499 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
Mas, Baksomu Ngangenin

Mas, Baksomu Ngangenin

tegas Andre. “Loh, ngapain bawa-bawa bakso aku? Kok malah nantang balik? Gak … aku gak setuju,” tolak Sarmin. “Jangan-jangan, bakso Pak Sarmin yang pakai borak? Kalo nggak pakai kenapa nolak? Kan aneh,” celetuk Bu Ram.
204 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as not abang tukang bakso
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status