Suami Perkasa
Minyak di tangan mereka membuat setiap sentuhan licin, mengalir, dan semakin sulit dilepaskan.
Sukma meletakkan tangannya di bahu Carlos, entah untuk menahan atau justru menariknya lebih dekat. Ia merasa dunia di luar kamar itu lenyap, hanya ada aroma peppermint, kain satin yang menggesek kulit, dan suara napas mereka yang berpacu.
Saat Carlos melepaskan ciuman itu, matanya masih terkunci pada matanya. “Aku rasa… cicilan pertamamu baru saja naik bunganya.”