Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa
Aroma besi karat, asap minyak murah, dan keringat tua menguar dari setiap sudut, bercampur dengan angin kering yang berembus dari pegunungan utara, menggigit kulit dengan dingin yang menusuk.
Helena Caraxis berjalan di depan, tubuhnya tegak dan langkahnya nyaris membelah malam. Rambut ungunya berkibar liar di balik jubah kulit hitam legam, mencambuk udara seperti cambuk bayangan. Matanya, sewarna anggur yang belum jadi, menatap tajam ke depan. Ia tak berbicara, tapi setiap tarikan napasnya membawa gelombang emosi—amarah yang mendidih perlahan, kegelisahan yang tertahan, dan tekad yang menyesak dadanya hingga tulangnya terasa rapuh.
Bab Populer