Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Aku yang duduk di sampingnya, kini menikmati puding yang tuan rumah suguhkan, sambil menanti hasil lobi-lobi yang dilakukan oleh Kikan.
“Eh, jam berapa, Ika? Ini si Dinda katanya mau!” Kikan terlihat heboh sendiri. Matanya berbinar-binar menatapku. Gimana Dinda nggak mau, coba. Sepanjang telepon, Kikan sibuk menceritakan tentang uang jutaan dan ponsel mahal yang sudah tersedia di rumahnya. Cewek sesusah Dinda pasti langsung berdiri tegak kupingnya!