Demi Pernikahan yang Bahagia
Namun justru karena keindahan itu, dadanya terasa semakin penuh.
“Sudah waktunya,” kata ibunya pelan.
Yusallia menatap cermin satu detik lebih lama, lalu mengangguk.
Ballroom hotel tempat pernikahan mereka berlangsung sudah ditata tertutup, elegan, dan tidak terlalu ramai. Dekorasi bunga putih dan hijau muda menghiasi beberapa sudut. Tamu yang hadir terbatas, hanya keluarga dekat dan orang-orang penting. Namun tetap saja, jumlah yang tidak banyak itu cukup membuat Yusallia sadar bahwa hidupnya akan berubah di depan mata mereka semua.
ตอนยอดนิยม