Kembalinya Gadis Terbuang
jawab Liana, dengan sedikit anggukan.
Dia keluar dari kedai kopi itu, tubuhnya lelah tetapi jiwanya terasa lebih ringan. Ia telah melewati hari pertamanya. Ia telah mendapatkan pijakan, sekecil apapun itu. Langkahnya meninggalkan kedai itu bukan lagi langkah seorang pengungsi, melainkan langkah seorang pejuang yang telah memenangkan pertempuran pertamanya. Malam ini, ia mungkin masih harus mencari losmen yang lebih murah, tapi setidaknya, ada secercah keyakinan bahwa rencananya, perlahan-lahan, mulai bekerja. Minggu-minggu berlalu dalam irama yang monoton namun melelahkan. Bangun sebelum subuh, bekerja di kedai kopi hingga sore, lalu menghabiskan malam di kamar losmen murahnya yang baru—sebu
Hot Chapters