TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI
tanya Sri dengan suara pelan, agar tidak membangunkan rekannya yang lain.
Azizah menggeleng, " Kamu salah dengar, aku baik-baik saja, Sri. Aku ... aku hanya merindukan putriku. Pasti saat ini dia udah bisa jalan, pasti dia udah bisa makan sendiri. " Bibirnya bergetar dan air matanya pun kembali mengalir.
"Aku sangat merindukan Nayla, aku merindukannya," ujar Azizah, kembali ia menangis terisak sambil memeluk lututnya.